Strategi BYD Kuasai Pasar Otomotif yang Wajib Diwaspadai Jepang

Minggu, 05 Juli 2026 - 22:25 WIB
Namun, BYD bukanlah satu-satunya produsen kendaraan listrik yang berada di bawah tekanan pasar saham. Saham banyak produsen mobil Tiongkok lainnya seperti Leapmotor, Li Auto, dan Xiaomi juga mengalami penurunan di tengah perang harga yang semakin sengit dan prospek permintaan konsumen yang melemah.

Pengurangan bertahap kebijakan yang mendukung kendaraan listrik telah melemahkan daya beli, sementara krisis pasar properti yang berkepanjangan terus berdampak negatif pada aset dan kepercayaan konsumen.

Pasar otomotif Tiongkok saat ini menghadapi banyak tantangan. Pengurangan subsidi kendaraan listrik secara bertahap melemahkan daya beli, sementara krisis properti yang berkepanjangan terus berdampak negatif pada aset dan kepercayaan konsumen. Persediaan yang besar di dealer juga semakin menekan penjualan.

Menurut perkiraan terbaru dari Asosiasi MobilPenumpangChina (CPCA), penjualan mobil di negara tersebut dapat turun sebesar 11% pada tahun 2026, jauh lebih rendah daripada perkiraan sebelumnya yang memperkirakan penurunan sebesar 1%.

Prospek ini menunjukkan bahwa produsen mobil, termasuk BYD, akan terus lebih bergantung pada pasar internasional untuk mempertahankan pertumbuhan di tahun-tahun mendatang.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!