Harga dan Spesifikasi BAIC T1 di Indonesia: Bidik 1.000 Unit, Target Hatchback Crossover Listrik

Kamis, 09 Juli 2026 - 17:58 WIB
Sepanjang semester I 2026, penjualan wholesale BAIC Indonesia mencapai 382 unit, naik 91 persen dibanding periode sama tahun lalu—disumbang BJ30 (214 unit), BJ40 Plus (119 unit), dan X55 II (49 unit).

Dengan basis itu, BAIC memasang target 1.000 unit BAIC T1 di 2026, setara 16 persen pangsa pasar segmen hatchback crossover listrik. Jika proyeksi ini benar, artinya BAIC memperkirakan total segmen tersebut terjual sekitar 6.250 unit sepanjang 2026—asumsi pasar yang cukup optimistis mengingat segmen ini baru ramai sejak akhir 2025.



Momentum ini didukung tren makro: penjualan BEV di Indonesia tumbuh sekitar 78 persen sepanjang 2021–2025, HEV naik 59 persen, dan PHEV melonjak 342 persen.

Chief Operating Officer JDI, Dhani Yahya menyebut peluncuran ini sebagai babak baru perusahaan usai sebelumnya hanya bermain di mesin bensin dan hybrid lewat BJ40 dan BJ30 HEV—kini JDI resmi masuk era BEV.

"Kami menempatkannya di rentang harga Rp 300 jutaan hingga di bawah Rp 400 jutaan," beber Dhani. Meski Indonesia hanya kebagian satu varian, di China sebetulnya tersedia varian dengan spesifikasi lebih rendah yang tidak dibawa masuk.

Dari rentang resmi itu, sinyal pasar mengarah ke titik Rp375 juta sebagai kemungkinan harga jual final—persis di antara starting price BYD Dolphin (Rp369 juta) dan GWM Ora 03 BEV (Rp379 juta).

Artinya, BAIC T1 kemungkinan besar tidak akan bermain sebagai opsi termurah di segmennya. Harga pre-booking Rp300 jutaan untuk 50 konsumen pertama lebih tepat dibaca sebagai insentif peluncuran, bukan patokan harga reguler.

Insentif pre-booking untuk 50 konsumen pertama:

Bunga kredit khusus 1,68 persen (MTF)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!