Mobil Listrik Denza Dipajang di Pameran Seni ArtMoments 2026, Ada Apa?
Kamis, 16 Juli 2026 - 21:59 WIB
Instalasi Pertama: DENZA D9 Jadi Kanvas
Seniman Arief Witjaksana mengubah DENZA D9 menjadi moving canvas. Karyanya bertajuk The Mallacan Leisure. Visual cair. Ekspresif. Penuh warna. Menggambarkan imajinasi, kebebasan, eksplorasi. D9 bukan lagi MPV listrik premium. Dia jadi objek seni. "Ketika dihadirkan pada DENZA D9, karya ini menjadi dialog antara ekspresi artistik dan inovasi," kata Arief.
Pilihan kendaraannya tidak sembarangan. D9 adalah flagship DENZA — pemimpin segmen MPV listrik premium di Indonesia. Tampilan mewah. Kabin luas dan nyaman. Teknologi cerdas. Craftsmanship tinggi.
Menjadikannya kanvas adalah pernyataan: ini bukan sekadar mobil!
Instalasi Kedua: DENZA B8 Jadi Ruang Suara
Gabriel Cheah, musisi kontemporer asal Malaysia, menciptakan HEAD IN THE CLOUDS.
Sebuah floating soundscape. Suara perjalanan di ketinggian 40.000 kaki. Tenang. Meditatif. Imersif. Diputar melalui sistem audio premium Devialet yang tertanam di DENZA B8. Devialet bukan nama sembarangan di dunia audio. Ini merek premium asal Prancis yang biasa dipasang di ruang konser dan instalasi seni kelas dunia. "Saya ingin menghadirkan ruang emosional di mana ambisi dan ketenangan dapat hadir secara bersamaan," kata Gabriel. Di dalam kabin B8, pengunjung tidak mendengar iklan. Mereka merasakan pengalaman. Itulah bedanya.
Seniman Arief Witjaksana mengubah DENZA D9 menjadi moving canvas. Karyanya bertajuk The Mallacan Leisure. Visual cair. Ekspresif. Penuh warna. Menggambarkan imajinasi, kebebasan, eksplorasi. D9 bukan lagi MPV listrik premium. Dia jadi objek seni. "Ketika dihadirkan pada DENZA D9, karya ini menjadi dialog antara ekspresi artistik dan inovasi," kata Arief.
Pilihan kendaraannya tidak sembarangan. D9 adalah flagship DENZA — pemimpin segmen MPV listrik premium di Indonesia. Tampilan mewah. Kabin luas dan nyaman. Teknologi cerdas. Craftsmanship tinggi.
Menjadikannya kanvas adalah pernyataan: ini bukan sekadar mobil!
Instalasi Kedua: DENZA B8 Jadi Ruang Suara
Gabriel Cheah, musisi kontemporer asal Malaysia, menciptakan HEAD IN THE CLOUDS.
Sebuah floating soundscape. Suara perjalanan di ketinggian 40.000 kaki. Tenang. Meditatif. Imersif. Diputar melalui sistem audio premium Devialet yang tertanam di DENZA B8. Devialet bukan nama sembarangan di dunia audio. Ini merek premium asal Prancis yang biasa dipasang di ruang konser dan instalasi seni kelas dunia. "Saya ingin menghadirkan ruang emosional di mana ambisi dan ketenangan dapat hadir secara bersamaan," kata Gabriel. Di dalam kabin B8, pengunjung tidak mendengar iklan. Mereka merasakan pengalaman. Itulah bedanya.
Lihat Juga :