The Survivor, Motor Listrik Anak Bangsa untuk Korban Pandemi
Rabu, 07 Oktober 2020 - 08:00 WIB
Diketahui pemerintah memang telah mengeluarkan amanat Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 55 tahun 2019 yang membahas perihal percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) untuk transportasi jalan, sehingga ini akan menjadi edukasi kepada masyarakat terkait kendaraan listrik.Berangkat dari itulah ide mengubah motor Honda Beat menjadi motor listrik muncul. “Kenapa kita konversi, karena membeli mobil listrik atau motor listrik baru tentu akan lebih mahal. Mengapa tidak kita coba mengonversi motor yang sudah ada menjadi motor listrik,” ucap Alitt. (Baca juga : Mobil Rp80 Juta ini Dinobatkan Jadi yang Paling Istimewa di Rusia, Kok Bisa? )
Sektor dapur pacu tentu otomatis berubah.Motor itu kini dibekali baterai berkapasitas 60 Volt dengan kekuatan arus listrik 20 Ampere dari basis baterai bawaan 18650 mAh. Dengan jantung penggerak baru itu, motor ini mampu menempuh jarak 90-100 km untuk sekali pengisian baterai.“Ini akan sangat efisien jika dibandingkan motor biasa,” ucap pemilik kanal YouTube, Alitt Susanto itu.
Dia mengatakan proses pengerjaan untuk model awal motor konversi itu memang melebihi harga motor yang dia beli dalam kondisi bekas itu. Menurutnya untuk semua modifikasi dan konversi dia menghabiskan biaya sebesar Rp20 juta.
Biaya ini menurut Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika akan turun karena mereka nantinya akan mengembangkan model awal motor konversi itu untuk modifikasi massal. Tentu akan ada ubahan yang lebih simpel sehingga biaya konversi tidak terlalu memberatkan. “Ini kan model pertama dan juga fokus pada modifikasi tampilan juga. Ke depannya kami melihat biayanya akan lebih murah,” ujarnya.
Sektor dapur pacu tentu otomatis berubah.Motor itu kini dibekali baterai berkapasitas 60 Volt dengan kekuatan arus listrik 20 Ampere dari basis baterai bawaan 18650 mAh. Dengan jantung penggerak baru itu, motor ini mampu menempuh jarak 90-100 km untuk sekali pengisian baterai.“Ini akan sangat efisien jika dibandingkan motor biasa,” ucap pemilik kanal YouTube, Alitt Susanto itu.
Dia mengatakan proses pengerjaan untuk model awal motor konversi itu memang melebihi harga motor yang dia beli dalam kondisi bekas itu. Menurutnya untuk semua modifikasi dan konversi dia menghabiskan biaya sebesar Rp20 juta.
Biaya ini menurut Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika akan turun karena mereka nantinya akan mengembangkan model awal motor konversi itu untuk modifikasi massal. Tentu akan ada ubahan yang lebih simpel sehingga biaya konversi tidak terlalu memberatkan. “Ini kan model pertama dan juga fokus pada modifikasi tampilan juga. Ke depannya kami melihat biayanya akan lebih murah,” ujarnya.
(wsb)
Lihat Juga :