Ada Banyak Alasan Volkswagen Segera Membuang Bugatti

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 19:22 WIB
Bandingkan dengan Toyota yang hanya menaungi beberapa brand seperti Toyota, Lexus, Daihatsu dan Hino. Total karyawan yang ada dalam gabungan mereka hanya sebanyak 359.542 karyawan.

Hal ini memang diakui oleh Herbert Diess yang mana masih membela diri bahwa secara nyata Volkswagen AG justru sangat unggul dari pencapaian teknologi dan posisi penjualan global jika dibandingkan kompetitor. Dia malah menargetkan pada 2025, Volkswagen AG menargetkan peningkatan valuasi brand hingga 200 milyar Euro. Tentu agar nilai itu tercapai dan meningkat, mau tidak mau Volkswagen AG harus melakukan efisiensi brand. Termasuk salah satunya membuang Bugatti. (Baca juga : Mini-Davidson Sensasi Ekstrak Harley-Davidson dari Indonesia )





Hal itu bahkan secara tidak langsung sudah diisyaratkan oleh Herbert Diess. Dia mengatakan setiap brand yang ada di bawah naungan Volkswagen AG harus bisa melakukan terobosan demi masa depan.

"Mereka harus bisa melakukan capaian-capaian baru seperti elektrifikasi, digitalisasi, konektivitas, dan prestasi. Selalu ada ruang baru untuk berimprovisasi, mereka harus bisa menemukan posisi baru di masa depan. Jika tidak mungkin tidak ada peluang," ucap Herbert Diess.

Tentu saja ucapan ini sudah jadi peringatan buat Bugatti. Tersiar kabar, Volskwagen AG berencana menjual Bugatti ke start up asal Kroasia, Rimac yang memang fokus pada elektrifikasi. Tapi seberapa besar Rimac mampu menyokong pengembangan produk super ekslusif seperti Bugatti? Jika tidak, tentu mungkin sudah saatnya bagi kita mengucapkan selamat tinggal Bugatti, au revoir Bugatti.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!