Siasat Jitu Suzuki Menghadapi Badai Pandemi
Rabu, 14 Oktober 2020 - 16:37 WIB
Produk-produk Suzuk diterima dengan positif oleh pasar domestik dan global. Foto / Anton C
JAKARTA - Pandemi Covid-19 memporak porandakan perekonomian nasional. Banyak sektor yang terpukul cukup dalam, salah satunya otomotif . Pasar domestik dilanda ketidakpastian dan cenderung melemah sejak Maret 2020 silam. Alhasil, para Agen Pemegang Merek (APM) memutar otak agar produk terus bisa dijual. Selain tetap berharap pada membaiknya kondisi di dalam negeri, karena upaya keras pemerintah mengatasi pandemi, pasar luar negeri semakin dilirik karena beberapa negara memberikan insentif bagi warganya dalam kepemilikan mobil. Seperti di Malaysia dan Thailand.
“Memang kondisi pasar luar negeri cukup bagus. Namun demikian kami juga menperhatikan pasar domestik yang mulai pulih,”ujar 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra saat acara Ngobrol Virtual (Ngovid) Forwot.(Baca juga : Suzuki Jimny Kalah, Waiting List Trabant Sampai 13 Tahun )
Data Suzuki menunjukkan, pada Juli 2020, pabrikan berlogo huruf S itu mengapalkan total sebanyak 5.030 unit mobil dalam bentuk utuh (Completely Built Up) maupun terurai (Completely Knock Down). Angka ini lebih tinggi 329% dibanding bulan sebelumnya.Model-model yang berkontribusi besar terhadap peningkatan tersebut di antaranya adalah XL7 dan All New Ertiga.
Pasa Juli 2020 ekspor Suzuki didominasi oleh XL7 dan All New Ertiga. Mobil jenis SUV terbaru Suzuki, XL7, menyumbang sebanyak 2.694 unit atau setara dengan 54% terhadap total volume ekspor Suzuki. Kemudian All New Ertiga, yang terjual sebanyak 1.871 unit atau 37%. Produk lain seperti New Carry dan APV juga berkontribusi dalam ekspor Suzuki.
Produk-produk tersebut banyak diekspor ke berbagai negara Asia maupun Amerika Latin, seperti Vietnam, Filipina, dan Mexico yang menjadi tiga negara pengimpor terbesar di samping Thailand, Taiwan, dan Myanmar. Hal ini memperlihatkan bahwa pasar otomotif dan ekonomi di negara lain juga berangsur pulih, sehingga membangun optimisme Suzuki Indonesia untuk terus mengembangkan pasar ekspor melalui produk lokal berkualitas global.
Donny menilai pasar otomotif hingga akhir tahun 2020 cenderung stabil. Alasannya, pasar domestik mengalami rebound (meningkat) mulai Semester II 2020. Suzuki menilai, kontraksi pasar mobil nasional dipengaruhi oleh kondisi ekonomi nasional di awal tahun 2020 yang negatif akibat Pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap volume penjualan pada semester pertama. Karenanya, untuk menggairahkan pasar diperlukan stimulus tak hanya dari pemerintah tetapi juga dari pabrikan. “Salah satunya dengan meluncurkan varian baru,”ungkap Donny.
“Memang kondisi pasar luar negeri cukup bagus. Namun demikian kami juga menperhatikan pasar domestik yang mulai pulih,”ujar 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra saat acara Ngobrol Virtual (Ngovid) Forwot.(Baca juga : Suzuki Jimny Kalah, Waiting List Trabant Sampai 13 Tahun )
Data Suzuki menunjukkan, pada Juli 2020, pabrikan berlogo huruf S itu mengapalkan total sebanyak 5.030 unit mobil dalam bentuk utuh (Completely Built Up) maupun terurai (Completely Knock Down). Angka ini lebih tinggi 329% dibanding bulan sebelumnya.Model-model yang berkontribusi besar terhadap peningkatan tersebut di antaranya adalah XL7 dan All New Ertiga.
Pasa Juli 2020 ekspor Suzuki didominasi oleh XL7 dan All New Ertiga. Mobil jenis SUV terbaru Suzuki, XL7, menyumbang sebanyak 2.694 unit atau setara dengan 54% terhadap total volume ekspor Suzuki. Kemudian All New Ertiga, yang terjual sebanyak 1.871 unit atau 37%. Produk lain seperti New Carry dan APV juga berkontribusi dalam ekspor Suzuki.
Produk-produk tersebut banyak diekspor ke berbagai negara Asia maupun Amerika Latin, seperti Vietnam, Filipina, dan Mexico yang menjadi tiga negara pengimpor terbesar di samping Thailand, Taiwan, dan Myanmar. Hal ini memperlihatkan bahwa pasar otomotif dan ekonomi di negara lain juga berangsur pulih, sehingga membangun optimisme Suzuki Indonesia untuk terus mengembangkan pasar ekspor melalui produk lokal berkualitas global.
Donny menilai pasar otomotif hingga akhir tahun 2020 cenderung stabil. Alasannya, pasar domestik mengalami rebound (meningkat) mulai Semester II 2020. Suzuki menilai, kontraksi pasar mobil nasional dipengaruhi oleh kondisi ekonomi nasional di awal tahun 2020 yang negatif akibat Pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap volume penjualan pada semester pertama. Karenanya, untuk menggairahkan pasar diperlukan stimulus tak hanya dari pemerintah tetapi juga dari pabrikan. “Salah satunya dengan meluncurkan varian baru,”ungkap Donny.
Lihat Juga :