Presiden Jokowi Akui Inovasi Membutuhkan Ekosistem yang Kondusif
Rabu, 11 November 2020 - 22:12 WIB
Dengan kolaborasi, lanjut Jokowi, maka karya-karya para inovator tidak akan berhenti menjadi sebatas prototype, namun dapat berlanjut diproduksi massal ke arah investasi komersial.
Inovasi bukan hanya untuk mengatasi masalah-masalah dalam masyarakat, tapi akan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, termasuk penciptaan lapangan kerja baru.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi inovator di berbagai sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti pangan, energi, kesehatan, termasuk inovasi dalam manajemen model bisnis dan digital preneurs," tambah mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Smentara itu, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan, I2E tahun ini menjadi penutup dari rangkaian acara peringatan Seperempat Abad Kebangkitan Teknologi Nasional.
"Semua kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengarusutamakan litbangjirap untuk meningkatkan jumlah dan kualitas produk inovatif dalam negeri," jelas Bambang.
Inovasi bukan hanya untuk mengatasi masalah-masalah dalam masyarakat, tapi akan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, termasuk penciptaan lapangan kerja baru.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi inovator di berbagai sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti pangan, energi, kesehatan, termasuk inovasi dalam manajemen model bisnis dan digital preneurs," tambah mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Smentara itu, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan, I2E tahun ini menjadi penutup dari rangkaian acara peringatan Seperempat Abad Kebangkitan Teknologi Nasional.
"Semua kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengarusutamakan litbangjirap untuk meningkatkan jumlah dan kualitas produk inovatif dalam negeri," jelas Bambang.
(wbs)
Lihat Juga :