Bos Toyota Sebut Mobil Listrik Justru Memperburuk Lingkungan
Senin, 21 Desember 2020 - 00:03 WIB
Infrastruktur listrik di Jepang diperlukan untuk mendukung armada EV 100 persen akan menelan biaya antara 14 triliun hingga 37 triliun yen (USD 135 miliar hingga USD358 miliar).
"Semakin banyak EV yang kita buat, semakin buruk karbon dioksida. Namun ketika politisi di luar sana berkata, 'Mari kita singkirkan semua mobil yang menggunakan bensin,' apakah mereka memahami ini?" tutur Toyoda.
Ini mungkin alasan utama Toyoda menyerang mobil listrik. Perusahaannya adalah juara lama untuk hibrida sebagai transisi yang aman menuju elektrifikasi. Ketika pemerintah di seluruh dunia mulai melarang kendaraan ICE, Toyota berjanji untuk menjual mobil dengan baterai solid-state pada tahun 2025.
Tetapi larangan mobil tradisional tidak akan "sesabar" itu dan Toyoda tahu benar akan hal itu. Jika perusahaannya ingin tetap relevan, maka mereka harus mulai menjual EV pada 2021. Faktanya, Lexus dan Toyota terpaksa melakukannya di China jauh sebelumnya dengan UX dan versi listrik C-HR, masing-masing.
"Semakin banyak EV yang kita buat, semakin buruk karbon dioksida. Namun ketika politisi di luar sana berkata, 'Mari kita singkirkan semua mobil yang menggunakan bensin,' apakah mereka memahami ini?" tutur Toyoda.
Ini mungkin alasan utama Toyoda menyerang mobil listrik. Perusahaannya adalah juara lama untuk hibrida sebagai transisi yang aman menuju elektrifikasi. Ketika pemerintah di seluruh dunia mulai melarang kendaraan ICE, Toyota berjanji untuk menjual mobil dengan baterai solid-state pada tahun 2025.
Tetapi larangan mobil tradisional tidak akan "sesabar" itu dan Toyoda tahu benar akan hal itu. Jika perusahaannya ingin tetap relevan, maka mereka harus mulai menjual EV pada 2021. Faktanya, Lexus dan Toyota terpaksa melakukannya di China jauh sebelumnya dengan UX dan versi listrik C-HR, masing-masing.
(wbs)
Lihat Juga :