Isi Baterai Mobil Listrik Kini Semakin Mudah dan Murah

Minggu, 28 Februari 2021 - 21:36 WIB
Jumlah SPKLU terus ditambah agar ekosistem kendaraan listrik terus bertumbuh. Foto/Dok.
JAKARTA - Pertumbuhan penggunaan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi semakin pesat di banyak negara. Tak hanya di Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa, negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) pun tengah berlomba-lomba mengembangkan kendaraan ramah lingkungan berbasis baterai. Bahkan, Thailand memiliki ambisi besar sebagai negara ASEAN yang menjadi pusat pengembangan kendaraan listrik tersebut.

(Baca Juga : Tak Mau Kalah dengan Apple, Huawei Bersiap Buat Mobil Listrik )



Pemerintah Indonesia pun tak mau ketinggalan. Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 55 Tahun 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Dengan adanya peraturan tersebut, dalam jangka panjang, bisa dicapai tiga keuntungan sekaligus. Yakni kentungan ekonomi, lingkungan dan energi. Dari sisi ekonomi, beban keuangan negara untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) bisa berkurang.

Dari sisi lingkungan, penggunaan kendaraan listrik bisa menurunkan emisi gas buang dari kendaraan bermotor yang selama ini menjadi salah satu kontributor pencemaran udara, dan dari sisi energi akan ada peningkatan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Saat ini, bauran energi baru terbarukan (EBT) baru mencapai 12%, dari target 23%. Dengan menggunakan mobil listrik, konsumsi energi terbarukan akan meningkat. Untuk mempercepat bertumbuhnya ekosistem kendaraan listrik, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN terus menggenjot pembangunan infrastruktur, khususnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

(Baca Juga : Wuss! Industri Baterai Listrik Indonesia Bakal Salip Pabrik Mobil Listrik Tesla di India )

“Saat ini fokus kami adalah menyiapkan infrastruktur untuk EV (electric vehicle/kendaraan listrik), seperti SPKLU, SPBKLU, dan layanan home charging,’’ungkap Executive Vice President Communication and CSR PT PLN (Persero), Agung Murdifi kepada SINDOnews Jumat (26/2/2021). Menurut dia, PLN memiliki komitmen yang kuat agar ekosistem EV semakin bertumbuh di Indonesia. PLN, lanjut Agung, akan terus terlibat dalam riset-riset pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai maupun infrastruktur pendukungnya. “Kami juga bersama MIND ID, Pertamina dan Antam akan mengembangkan industri baterai di Indonesia,”ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!