Ketika Izin IIMS Hybrid 2021 Keluar, Industri Otomotif Nasional sedang Menderita

Selasa, 13 April 2021 - 21:04 WIB
Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh, saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (13/4/2021). Foto/FIKRI/ SINDOnews
JAKARTA - Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh, menargetkan transaksi yang terjadi pada perhelatan Indoneasia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 sebesar Rp4 triliun. Angka tersebut merupakan setengah dari angka yang biasa dicapai acara sebelum pandemi Covid-19.

Pria yang akrab disapa Kohen itu menjelaskan, angka tersebut masih masuk akal, mengingat beberapa faktor pendukung seperti belum terselenggaranya pameran mobil besar di Tanah Air, selama pandemik mewabah di Indonesia. BACA JUGA - Siklon Tropis 94W Mendekat, Indonesia Potensial Diguyur Hujan Petir Lebat



"Selain itu, momen Lebaran dan relaksasi PPnBM yang sudah digerek hingga 2.500 cc juga diyakini menjadi pendorong," kata Kohen, saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Kohen menceritakan, industri otomotif nasional saat ini masih menderita akibat pandemik. Dari 150 izin acara yang diajukan ke otoritas terkait sepanjang April, hanya IIMS Hybrid 2021 yang mendapat izin terselenggara.

Menurut Kohen, konsep protokol kesehatan yang diajukan pihaknya kemungkinan dianggap paling memenuhi syarat dari pemangku kepentingan, sehingga mendapat izin.

"Ketika izin keluar, industri kita sebenarnya belum siap. Tapi kita tetap usaha," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!