Semikonduktor Menipis, 2 Pabrik Toyota di Jepang Berhenti Produksi Bulan Depan
Minggu, 23 Mei 2021 - 06:02 WIB
Ini adalah pertama kalinya Toyota terpaksa menghentikan sementara produksi dalam negeri karena kekurangan chip semikonduktor.
Masalah ini tidak akan terselesaikan dalam jangka pendek, karena perkiraan dari AlixPartners akan mengakibatkan penurunan 3,9 juta produksi global, dengan biaya sekitar USD 110 miliar.
Penyebab kekurangan pasokan semikonduktor ini karena kurangnya permintaan industri otomotif di awal tahun 2020, dan peningkatan permintaan barang elektronik yang tinggi.
Krisis ini bakal mengganggu produktivitas pabrik otomotif. Pasalnya karet tersebut digunakan untuk ban dan juga alat anti-vibrasi yang biasanya dipasang di bawah kap mesin. Tanpa suplai karet yang sesuai maka produksi kendaraan roda empat dipastikan harus menunggu.
Kelangkaan karet itu disebutkan Bloomberg teerjadi karena aktivitas penimbunan oleh oknum-oknum China. Selain itu secara natural, kelangkaan karet disebabkan terjaidnya penyakit jamur yang menyerang pohon karet di Thailand dan Vietnam.
Masalah ini tidak akan terselesaikan dalam jangka pendek, karena perkiraan dari AlixPartners akan mengakibatkan penurunan 3,9 juta produksi global, dengan biaya sekitar USD 110 miliar.
Penyebab kekurangan pasokan semikonduktor ini karena kurangnya permintaan industri otomotif di awal tahun 2020, dan peningkatan permintaan barang elektronik yang tinggi.
Krisis ini bakal mengganggu produktivitas pabrik otomotif. Pasalnya karet tersebut digunakan untuk ban dan juga alat anti-vibrasi yang biasanya dipasang di bawah kap mesin. Tanpa suplai karet yang sesuai maka produksi kendaraan roda empat dipastikan harus menunggu.
Kelangkaan karet itu disebutkan Bloomberg teerjadi karena aktivitas penimbunan oleh oknum-oknum China. Selain itu secara natural, kelangkaan karet disebabkan terjaidnya penyakit jamur yang menyerang pohon karet di Thailand dan Vietnam.
Lihat Juga :