Dirjen Ilmate : Mobil Listrik Cuma Ramai di Sosial Media
Kamis, 29 Juli 2021 - 06:00 WIB
"Sementara masyarakat ingin nyaman jika apabila memiliki mobil listrik. Ini jadi kuncinya. Tidak heran jika saat ini masyarakat banyak yang masih percaya pada mobil pembakaran internal atau ICE (Internal Combustion Engine)," jelasnya.
Baca juga : Siap-siap Rebutan McLaren Hadirkan Mobil dengan Atap Terbuka Paling Kuat
Selain faktor kenyaman, dia sendiri meyakini rendahnya kepemilikan mobil listrik memang berkaitan erat dengan harga mobil listrik yang masih mahal. Hal ini disebabkan oleh harga baterai mobil listrik yang sangat mahal. Sementara kemampuan daya beli masyarakat Indonesia justru tidak terlalu tinggi.
"Teknologi baterai jadi bagian penting bagaimana caranya dibuat murah. Karena pendapatan per kapita masyarakat Indonesia GDP di angka USD4.000. Jadi penerimaan mobil listrik memang tergantung dari purchasing power kita," jelasnya.
Baca juga : Siap-siap Rebutan McLaren Hadirkan Mobil dengan Atap Terbuka Paling Kuat
Selain faktor kenyaman, dia sendiri meyakini rendahnya kepemilikan mobil listrik memang berkaitan erat dengan harga mobil listrik yang masih mahal. Hal ini disebabkan oleh harga baterai mobil listrik yang sangat mahal. Sementara kemampuan daya beli masyarakat Indonesia justru tidak terlalu tinggi.
"Teknologi baterai jadi bagian penting bagaimana caranya dibuat murah. Karena pendapatan per kapita masyarakat Indonesia GDP di angka USD4.000. Jadi penerimaan mobil listrik memang tergantung dari purchasing power kita," jelasnya.
(wsb)
Lihat Juga :