Ini Arti Kode SAE dan API pada Oli Mesin Kendaraan
Senin, 28 Februari 2022 - 19:38 WIB
SAE merupakan akronim dari Society of Automotive Engineer. Kode SAE pada kemasan oli mesin digunakan untuk menandai angka kekentalan dari oli tersebut.
Pada kemasan oli mesin akan tertulis berbagai kode seperti SAE 10W-30, 10W-40, atau 20W-40, 20W-50. Huruf W pada kode tersebut berarti ‘Winter’.
Sedangkan angka paling depan adalah tingkat kekentalan oli pada suhu dingin. Kemudian, angka setelah huruf W merupakan tingkat kekentalan oli ketika mesin dalam kondisi panas atau sedang bekerja.
Jika kode SAE kecil, maka berarti bahwa oli semakin encer. Oli dengan kode SAE kecil akan lebih sulit mengeras pada suhu mobil yang dingin, sehingga mesin tetap bisa dinyalakan.
BACA JUGA: Spesies Baru Katak Bermoncong Tapir Ditemukan di Hutan Amazon
2. Kode API pada Oli Mesin
API merupakan akronim dari American Petroleum Institute. Kode API pada oli mesin digunakan untuk menentukan kualitas oli. Biasanya, pada kemasan oli mesin akan ada kode API dengan 2 tambahan huruf di belakangnya yang menandakan jenis mesin kendaraan.
Pada kemasan oli mesin akan tertulis berbagai kode seperti SAE 10W-30, 10W-40, atau 20W-40, 20W-50. Huruf W pada kode tersebut berarti ‘Winter’.
Sedangkan angka paling depan adalah tingkat kekentalan oli pada suhu dingin. Kemudian, angka setelah huruf W merupakan tingkat kekentalan oli ketika mesin dalam kondisi panas atau sedang bekerja.
Jika kode SAE kecil, maka berarti bahwa oli semakin encer. Oli dengan kode SAE kecil akan lebih sulit mengeras pada suhu mobil yang dingin, sehingga mesin tetap bisa dinyalakan.
BACA JUGA: Spesies Baru Katak Bermoncong Tapir Ditemukan di Hutan Amazon
2. Kode API pada Oli Mesin
API merupakan akronim dari American Petroleum Institute. Kode API pada oli mesin digunakan untuk menentukan kualitas oli. Biasanya, pada kemasan oli mesin akan ada kode API dengan 2 tambahan huruf di belakangnya yang menandakan jenis mesin kendaraan.
Lihat Juga :