Patuhi Aturan Pemerintah, Pelaku Usaha Siap Terapkan Euro 4
Rabu, 15 Juli 2020 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
CEO JNE Muhammad Feriadi menyatakan sebagai pelaku industri jasa logistik yang menggunakan alat transportasi, pihaknya selalu mendukung kebijakan pemerintah. Dia meyakini aturan yang diambil pemerintah ini tentu demi kebaikan semua, terlebih untuk mengurangi polusi udara. Feriadi mengatakan, implementasi Euro 4 tentu akan berdampak pada belanja modal perusahaan ke depan. Meskipun demikian, ia menjamin pihaknya akan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku.
Dukungan juga diberikan oleh Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita. Hanya saja, ia meminta pemerintah mengkaji lebih komprehensif sebelum menerapkan standar emisi gas buang Euro 4 untuk kendaraan bermesin diesel. (Baca juga: RUU HIP Ingatkan Mantra Soeharto Habisi Lawan Politik)
Dia menjelaskan, saat ini ada keraguan apakah mesin diesel Euro 4 bisa mengonsumsi bahan bakar B30 (campuran 30 % bahan bakar nabati) sesuai roadmap pemerintah untuk menggalakkan energi hijau di Indonesia. Untuk itu, pengecekan secara menyeluruh dan pengujian mesin selama beberapa tahun perlu dilakukan untuk memastikan mesin diesel Euro 4 aman memakai bahan bakar B30.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Demily mengatakan sebagai salah satu produsen mobil komersial, pihaknya sangat mendukung kebijakan pemerintah soal penerapan standar emisi Euro 4. Apalagi, Isuzu sendiri sejak tahun 2011 sudah menggunakan teknologi common rail yang kompatibel dengan BBM solar Euro 4. (Lihat videonya: Banjir Bandang di Kabupaten Luwu Hancurkan Akses Jalan Desa)
Tahun lalu, papar Ernando, Isuzu juga telah menggunakan teknologi common rail untuk Isuzu Elf. Meskipun demikian, dia mengakui, bahwa penerapan Euro 4 dan bio diesel 30 (B30) dalam waktu bersamaan merupakan tantangan tersendiri bagi produsen dalam memproduksi mobil yang kompatibel. (Hatim Varabi/Hafid Fuad)
Dukungan juga diberikan oleh Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita. Hanya saja, ia meminta pemerintah mengkaji lebih komprehensif sebelum menerapkan standar emisi gas buang Euro 4 untuk kendaraan bermesin diesel. (Baca juga: RUU HIP Ingatkan Mantra Soeharto Habisi Lawan Politik)
Dia menjelaskan, saat ini ada keraguan apakah mesin diesel Euro 4 bisa mengonsumsi bahan bakar B30 (campuran 30 % bahan bakar nabati) sesuai roadmap pemerintah untuk menggalakkan energi hijau di Indonesia. Untuk itu, pengecekan secara menyeluruh dan pengujian mesin selama beberapa tahun perlu dilakukan untuk memastikan mesin diesel Euro 4 aman memakai bahan bakar B30.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Demily mengatakan sebagai salah satu produsen mobil komersial, pihaknya sangat mendukung kebijakan pemerintah soal penerapan standar emisi Euro 4. Apalagi, Isuzu sendiri sejak tahun 2011 sudah menggunakan teknologi common rail yang kompatibel dengan BBM solar Euro 4. (Lihat videonya: Banjir Bandang di Kabupaten Luwu Hancurkan Akses Jalan Desa)
Tahun lalu, papar Ernando, Isuzu juga telah menggunakan teknologi common rail untuk Isuzu Elf. Meskipun demikian, dia mengakui, bahwa penerapan Euro 4 dan bio diesel 30 (B30) dalam waktu bersamaan merupakan tantangan tersendiri bagi produsen dalam memproduksi mobil yang kompatibel. (Hatim Varabi/Hafid Fuad)
(ysw)
Lihat Juga :