Perang Iran-AS Bikin Warga Asia Ramai-Ramai Borong Mobil Listrik!

Rabu, 01 April 2026 - 15:35 WIB
loading...
Perang Iran-AS Bikin...
Harga BBM yang naik mendorong masyrakat untuk beralih ke kendaraan listrik yang lebih murah. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Ledakan konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memicu "tsunami" kepanikan energi di kawasan Asia-Pasifik: memaksa jutaan pengendara dan korporasi beralih ke mobil listrik (EV) secara besar-besaran.

Perang yang terus berkecamuk ini nyaris menghentikan total jalur pelayaran melalui Selat Hormuz. Padahal, rute sempit ini merupakan nadi utama yang mengalirkan sekitar seperlima dari total pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia.

Dengan lebih dari 80 persen minyak dari selat tersebut ditujukan untuk pasar Asia, kawasan ini menjadi korban paling telak dari guncangan harga minyak global.

Transisi darurat ini terjadi dalam kecepatan yang tak terbayangkan. Di Australia, negara dengan lanskap luas yang sangat bergantung pada bahan bakar minyak, bank terbesar kedua NAB mencatat lonjakan pengajuan pinjaman EV sebesar 100 persen sepanjang bulan Maret 2026.

Permintaan kredit EV dari perusahaan juga meroket 88 persen. "Kami melihat lebih banyak UKM dan operator besar mengeksplorasi EV guna mengelola biaya operasional di tengah volatilitas harga bahan bakar," papar Shane Ditcham, Eksekutif Perbankan Bisnis NAB.

Kepanikan ini terlihat dari pencarian EV di situs jual-beli mobil Australia yang melonjak 3 kali lipat bulan lalu, dengan lebih dari 50 persen populasinya kini serius mempertimbangkan EV.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Penjualan Kendaraan...
Penjualan Kendaraan Listrik di 37 Negara Efek Melonjaknya Harga BBM
Toyota Jungkir Balik...
Toyota Jungkir Balik Akibat Perang Iran dan Amerika Serikat
Perang Berkecamuk, Mercedes-Benz...
Perang Berkecamuk, Mercedes-Benz Siap Masuk ke Industri Pertahanan
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Rekomendasi
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Berita Terkini
Rasakan Ragam Fitur...
Rasakan Ragam Fitur Fungsional dan Teknologi New Xforce dan New Xforce HEV
Riset Deloitte Bongkar...
Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin
Kemampuan Ban Dynapro...
Kemampuan Ban Dynapro untuk SUV dan Truk Ringan Dibuktikan Lewat Torture Test
Uji Dynotest Tukang...
Uji Dynotest Tukang Solar di Thailand: Berapa Besar Kenaikan Tenaga Toyota FJ Cruiser Terbaru?
Akhirnya! Hino Buka...
Akhirnya! Hino Buka Dealer di Banyuwangi, Perkuat Jalur Logistik Menuju Bali
Hadirkan Semangat Piala...
Hadirkan Semangat Piala Dunia 2026, Valvoline Mengapresiasi Penggemar Bola dan Mekanik
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved