Perbandingan Jumlah SPKLU di Indonesia dengan Negara Lain
Sabtu, 04 Februari 2023 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Di Jepang, untuk membangun stasiun pengisian daya DC fast charger 200 Kw butuh biaya mahal sekali, mencapai USD76.400. Aturan keamanannya juga sangat ketat, karena melibatkan arus yang sangat tinggi.
Adapun untuk pengisian AC biasa 20 kW-50 kW tidak ada aturan khusus. Nah, berikut perbandingan infrastruktur SPKLU Indonesia dengan negara-negara lainnya:
BACA JUGA: Esemka Nongol di IIMS 2023, Jadi Pabrikan Lokal Pertama yang Ikut Pameran
1. Indonesia (600 ++ unit, fast charging dibawah 10 unit)
2. China (1,1 juta unit, 41 persen fast charging)
3. Amerika (114.000 unit, 20 persen fast charging)
4. Korea Selatan (109.000 unit, 15 persen fast charging)
5. Belanda (85.500 unit)
6. Pranics (55.000 unit)
7. Jerman (51.000 unit)
8. Inggris (37.000 unit)
9. Jepang (29.000 unit)
10. Norwegia (19.200 unit)
11. Singapura (3.000 unit)
12. Malaysia(700unit)
Adapun untuk pengisian AC biasa 20 kW-50 kW tidak ada aturan khusus. Nah, berikut perbandingan infrastruktur SPKLU Indonesia dengan negara-negara lainnya:
BACA JUGA: Esemka Nongol di IIMS 2023, Jadi Pabrikan Lokal Pertama yang Ikut Pameran
1. Indonesia (600 ++ unit, fast charging dibawah 10 unit)
2. China (1,1 juta unit, 41 persen fast charging)
3. Amerika (114.000 unit, 20 persen fast charging)
4. Korea Selatan (109.000 unit, 15 persen fast charging)
5. Belanda (85.500 unit)
6. Pranics (55.000 unit)
7. Jerman (51.000 unit)
8. Inggris (37.000 unit)
9. Jepang (29.000 unit)
10. Norwegia (19.200 unit)
11. Singapura (3.000 unit)
12. Malaysia(700unit)
(dan)
Lihat Juga :