Nissan Kembangkan Mobil Listrik dengan Baterai Solid-State

Rabu, 08 Februari 2023 - 06:15 WIB
loading...
Nissan Kembangkan Mobil...
Produsen mobil Jepang Nissan mengembangkan mobil listrik (EV) yang menggunakan baterai solid-state bebas cairan dengan biaya lebih rendah. Foto/Insideevs
A A A
TOKYO - Produsen mobil Jepang Nissan mengembangkan mobil listrik (EV) yang menggunakan baterai solid-state bebas cairan dengan biaya lebih rendah. Nissan pun berencana mengoperasikan pabrik baterai solid-state pada tahun 2025.

Nissan awalnya mengumumkan keterlibatannya dalam pengembangan baterai solid-state untuk mobil listrik pada tahun 2021. Saat itu, Nissan mengatakan akan membangun fasilitas percontohan untuk membuat sel prototipe.

Satu tahun kemudian, pengembangan prototipe dilakukan di Nissan Research Center di Prefektur Kanagawa, Jepang. Nissan yakin berada dalam posisi terdepan untuk membuat batch pertama baterai solid-state pada tahun 2025 dan kendaraan listrik baru yang ditenagai oleh baterai tersebut untuk diproduksi pada tahun 2028.

Baca juga; Mobil Listrik Nissan Siap Berpetualang dari Kutub Utara hingga Selatan

Rencana besar itu diungkapkan Wakil Presiden Senior Nissan untuk penelitian dan pengembangan di Eropa, David Moss, kepada Autocar. Dia menegaskan Nissan akan menyelesaikan rekayasa dalam teknologi awal pada tahun 2026.

Selain itu, Moss mengatakan Nissan mengambil langkah untuk lebih mengembangkan teknologi baterai lithium-ion. Langkah ini bertujuan untuk melepaskan sel generasi berikutnya dalam beberapa tahun mendatang. Kemudian pada tahun 2028 yang bebas kobalt, akan mengurangi biaya sebanyak mungkin sekitar 65%.

Sehubungan dengan sel solid-state, keunggulannya jelas dibandingkan baterai yang tersedia saat ini. Di antaranya kecepatan pengisian tiga kali lipat, mendekati 400 kilowatt konstan terlepas dari suhunya, dan berlanjut dengan menggandakan kepadatan energi di ruang fisik yang sama.

Semuanya diproduksi dengan biaya yang lebih murah. Nissan sebelumnya menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk mencapai biaya USD75 per kWh pada tahun fiskal 2028 dan USD65 per kWh setelahnya.

Baca juga; Nissan Gandeng JAXA Bikin Mobil Listrik Penjelajah Bulan

Bekerja sama dengan para ilmuwan dari Universitas Oxford, para insinyur Nissan di Jepang berhasil beralih dari sel kecil berukuran kancing menjadi sel persegi berukuran 10 sentimeter. Moss menambahkan bahwa Nisssan ingin sepenuhnya menghapus elemen cair dari baterai, untuk meningkatkan efisiensi dalam penyimpanan dan transfer daya.
Nissan Kembangkan Mobil Listrik dengan Baterai Solid-State


“Bisakah menghapus elektrolit cair dari baterai? Di sinilah kami pikir kami memimpin. Beberapa baterai solid-state masih memiliki elektrolit cair, dan ini menjadi masalah, karena cairan itu mendidih. Efisiensi energi dalam penyimpanan dan transfer serta daya yang Anda masukkan ke dalamnya akan terpengaruh,” kata Moss dikutip dari laman insideevs, Rabu (8/2/2023).

Mencapai semua tujuan ini pada akhirnya berarti bahwa kendaraan listrik masa depan akan lebih ringan, memiliki jangkauan lebih jauh, dan dapat mengisi daya jauh lebih cepat, sekaligus lebih murah.

Nissan bukan satu-satunya perusahaan yang berdedikasi untuk mewujudkan baterai solid-state ke pasar massal. Ada beberapa perusahaan juga mengembangkan baterai solid-state, seperti StoreDot, SolidPower, Factorial, dan QuantumScape.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Bentley Gunakan Suara...
Bentley Gunakan Suara Drum untuk Gantikan Suara V8 di EV Pertamanya
Riset Deloitte Bongkar...
Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin
Belum Berniat ke Listrik,...
Belum Berniat ke Listrik, Aston Martin Berjuang Mempertahankan Mesin V12
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Rekomendasi
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Wasit Slavko Vincic...
Wasit Slavko Vincic Pensiun usai Pimpin Final Piala Dunia 2026
Kapolda Metro Jaya Pimpin...
Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab 22 Pejabat Utama dan Kapolres, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Omoda O4 Punya 10 Otak...
Omoda O4 Punya 10 Otak AI Sekaligus, Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia
Land Rover Discovery...
Land Rover Discovery Sport Resmi Disuntik Mati
Ford dan Apple Bergabung...
Ford dan Apple Bergabung Bangun Teknologi Otomotif Cerdas
iCAR V27 REEV Mendarat...
iCAR V27 REEV Mendarat Mulus di Indonesia 3 Hari Jelang GIIAS 2026?
Lawan Hilux dan Triton,...
Lawan Hilux dan Triton, Generasi Baru Mobil Pikap Honda Terungkap
Toyota Tegaskan AI dan...
Toyota Tegaskan AI dan Robot Tidak Akan Gantikan Manusia
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved