Begini Untung dan Rugi Membeli Mobil Hybrid di 2023

Selasa, 27 Juni 2023 - 19:10 WIB
loading...
A A A
Konsumsi BBM Toyota Yaris Cross hybrid, misalnya, diklaim bisa tembus 1:30 km/liter. Sedangkan Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid mencapai 1:21 km/liter. Tentu saja, ini sangat hemat saat dipakai sehari-hari.

2. Emisi Rendah

Mobil hybrid menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah dibandingkan dengan mobil konvensional. Penggunaan motor listrik mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan menghasilkan emisi yang lebih bersih. Ini membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan membantu menjaga kualitas udara yang lebih baik.

3. Lebih Bertenaga

Mobil hybrid mengkombinasikan mesin pembakaran internal dan motor listrik. Mesin pembakaran internal memberikan daya ekstra saat diperlukan, sementara motor listrik memberikan torsi segera dan akselerasi yang halus. Ini menghasilkan pengalaman mengemudi yang lebih responsif dan nyaman.

4. Teknologi Regeneratif

Sistem pengisian ulang baterai pada mobil hybrid memanfaatkan teknologi regeneratif yang mengubah energi kinetik saat pengereman menjadi energi listrik yang dapat digunakan kembali. Ini membantu meningkatkan efisiensi dan mengurangi kebutuhan pengisian ulang baterai eksternal.

5. Kebisingan Lebih Rendah

Motor listrik pada mobil hybrid beroperasi dengan sangat tenang, yang mengurangi tingkat kebisingan saat berkendara. Ini menciptakan lingkungan yang lebih tenang dan nyaman di dalam mobil.

6. Jangkauan Berkendara Lebih Jauh

Mobil hybrid memiliki jangkauan berkendara yang lebih panjang dibandingkan dengan mobil listrik murni karena mereka juga menggunakan mesin pembakaran internal. Ini membantu mengatasi kekhawatiran mengenai jarak tempuh yang terbatas pada mobil listrik dan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam perjalanan jarak jauh.

7. Gengsi

Mobil hybrid mengusung teknologi baru, sehingga pengguna akan menjadi salah satu “early adopter”. Yakni, mereka yang mengadopsi teknologi terkini, yang tentu saja dapat meningkatkan gengsi penggunanya.

8. Garansi Baterai Panjang

Sadar banyak pengguna yang masih khawatir dengan durabilitas dan daya tahan baterai mobil hybrid, pabrikan otomotif memberikan garansi baterai yang sangat panjang. PT Suzuki Indomobil Sales, misalnya, memberikan perpanjangan masa garansi Lithium-ion Battery pada setiap kendaraan hybrid Suzuki menjadi 8 tahun atau 160.000 kilometer. Termasuk XL7 hybrid dan Ertiga hybrid.

Kerugian Membeli Mobil Hybrid di 2023:

1. Harga Jual Tinggi

Mobil hybrid saat ini dipasarkan dengan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional. Tentu saja, ini wajar karena penggunaan baterai maupun motor listrik yang harganya tidak murah.

2. Biaya Perawatan Lebih Tinggi

Mobil hybrid memiliki sistem lebih kompleks, terdiri dari komponen mesin pembakaran internal dan motor listrik, serta baterai yang butuh perawatan khusus. Baterai mobil hybrid umumnya memiliki masa pakai terbatas. Selain itu, perbaikan dan pemeliharaan sistem hybrid juga dapat lebih rumit dan mahal dibanding mobil konvensional.

3. Dukungan Pemerintah

Sayangnya, dukungan pemerintah terhadap mobil hybrid tidak sebesar mobil full listrik. Kendaraan listrik murni berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) dan fuel cell (Fuel Cell Electric Vehicle/FCEV), tidak dibebankan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) karena tidak menghasilkan CO2.

Namun, kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) termasuk dalam kategori barang mewah yang menghasilkan CO2.

Baca Juga: Pertarungan Ginseng dan Samurai, Ini Komparasi Toyota Yaris Cross dan Hyundai Creta

Meski, nilai PPnBM mobil hybrid lebih murah dibanding PPnBM mobil berbahan bakar fosil murni. Tarif pajak mobil hybrid (PPnBM) dimulai dari 15%, 25%, hingga 30% dengan menyesuaikan kapasitas silinder masing-masing mobil hybrid.

Sementara untuk PKB tahunannya masih sama seperti mobil konvensional, yaitu dikenakan 2% dari nilai jualmobilhybrid.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nissan Qashqai e-Power...
Nissan Qashqai e-Power Menempuh Jarak 1.300 KM dengan Tangki BBM Full
Strategi Honda Lawan...
Strategi Honda Lawan Mobil China: Tinggalkan Target Full EV, Fokus ke Hybrid
BYD Mempertimbangkan...
BYD Mempertimbangkan Masuk Formula 1 Pilih Fokus ke Mesin Hybrid
Mudik Aman dan Nyaman?...
Mudik Aman dan Nyaman? Ini Tips Bridgestone Indonesia untuk Kendaraan Hybrid
Strategi Hybrid untuk...
Strategi Hybrid untuk Semua Berhasil, Toyota Raup 2.793 SPK di Tengah Pasar Otomotif yang Stagnan
Powertrain HORSE Teknologi...
Powertrain HORSE Teknologi Paling Mudah Ubah EV Jadi Hybrid
Pilih Mobil Listrik...
Pilih Mobil Listrik atau Hybrid, Mana Insentif yang Lebih Besar?
Mau Punya Mobil Hybrid?...
Mau Punya Mobil Hybrid? Yuk Ikut Tabungan Dahsyat Berhadiah dari MNC Bank
Daftar Mobil Hybrid...
Daftar Mobil Hybrid yang Bakal Kecipratan Insentif Diskon Pajak 3% Mulai 2025
Rekomendasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Timnas Indonesia U-19...
Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 2026
Berita Terkini
Ferrari Dicemooh, BMW...
Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!
Jetour T1 Hadir Dua...
Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Adu Kuat SUV Pintar:...
Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved