Huawei Kemendikbud Percepat Transformasi SDM Digital di Perguruan Tinggi
Minggu, 26 Juli 2020 - 23:17 WIB
loading...
A
A
A
Dukungan teknologi maupun program transfer pengetahuan yang disediakan Huawei diharapkan mampu menghasilkan SDM TIK berdaya saing global yang mampu menjawab tuntutan industri. “Selama 20 tahun hadir di Indonesia, Huawei telah berkontribusi melalui teknologi dan solusi TIK guna mendukung pembangunan di semua sektor, termasuk pendidikan," ujar Qijian Ken.
MoU ini, sambung dia, sejalan dengan kampanye global Huawei #TECH4ALL yang bertujuan mendukung keberlangsungan proses pendidikan. Termasuk di saat pandemi serta untuk meningkatkan inklusi teknologi digital. Huawei juga terus berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah dinamika situasi global melalui pendayagunaan teknologi.
“Huawei telah mengembangkan solusi untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan. Tidak hanya tantangan yang muncul akibat adanya bencana seperti pandemik COVID-19, namun juga tantangan-tantangan terkait tuntutan kompetensi global di era digital," tandasnya. (Baca juga: Ini Wajah Baru Masjid Istiqlal Setelah Direnovasi, Telan Biaya Rp475 Miliar )
Perusahaan berharap, solusi yang dihadirkan serta program-program pelatihan maupun pembinaan yang diberikan mampu menghasilkan SDM TIK Indonesia yang mampu bersaing secara global.
MoU ini, sambung dia, sejalan dengan kampanye global Huawei #TECH4ALL yang bertujuan mendukung keberlangsungan proses pendidikan. Termasuk di saat pandemi serta untuk meningkatkan inklusi teknologi digital. Huawei juga terus berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah dinamika situasi global melalui pendayagunaan teknologi.
“Huawei telah mengembangkan solusi untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan. Tidak hanya tantangan yang muncul akibat adanya bencana seperti pandemik COVID-19, namun juga tantangan-tantangan terkait tuntutan kompetensi global di era digital," tandasnya. (Baca juga: Ini Wajah Baru Masjid Istiqlal Setelah Direnovasi, Telan Biaya Rp475 Miliar )
Perusahaan berharap, solusi yang dihadirkan serta program-program pelatihan maupun pembinaan yang diberikan mampu menghasilkan SDM TIK Indonesia yang mampu bersaing secara global.
(iqb)
Lihat Juga :