7 Bus Legenda di Jawa Tengah, Dikenal Masyarakat Karena Berusia Puluhan Tahun

Selasa, 08 Agustus 2023 - 10:22 WIB
loading...
7 Bus Legenda di Jawa...
7 Bus legendaris di Jawa Tengah ini telah beroperasi hingga puluhan tahun. Foto: dok pribadi
A A A
JAWA TENGAH - Sejumlah PO Bus asal Jawa Tengah sampai saat ini dikenal sebagai salah satu legenda sebab mampu bertahan dan menyesuaikan diri dari waktu ke-waktu.

Banyaknya peminat setia juga membuat PO Bus Jawa Tengah ini masih tetap eksis setelah puluhan tahun melayani. Meski di tengah gempuran transportasi online yang sediakan perjalanan luar kota tak menghentikan mobilitas dari sejumlah PO Bus ini.

Berikut ini ulasan singkat dari tujuh PO Bus Jawa Tengah yang telah melegenda dan banyak dikenal masyarakat.

7 Bus Legenda di Jawa Tengah

1. PO Nusantara

Dilansir dari laman resmi PO Nusantara, perusahaan otobus ini telah berdiri sejak 1968 di Kudus oleh Yananto Budianto. Awalnya PO Nusantara hanya terkonsentrasi untuk melayani trayek pendek Jawa Tengah saja, Semarang – Kudus – Lasem.

Lalu, perusahaan ini mulai mengembangkan operasinya untuk memulai melayani konsumen pada jalur jalur yang lebih jauh sejak 1970. Kini PO Nusantara telah melayani sekitar 164 rute.

2. PO Rosalia Indah

Perusahaan Otobus yang bermarkas di Karanganyar, Jawa Tengah ini telah berdiri sejak tahun 1983. PO Bus ini dibentuk oleh pasangan suami istri Bapak Yustinus Soeroso dan Ibu Yustina Rahayuni Soeroso.

Beberapa rute yang disediakan oleh PO Rosalia Indah diantaranya, Jakarta, Bogor, Tangerang, Merak, Lampung, daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur hingga ke Sumatera. Dalam armada PO Bus ini juga telah tersedia beberapa bus mewah.

3. PO Santoso

Selanjutnya ada PO Bus yang didirikan pada 1970 oleh seorang dokter bernama Anwar Sani. Dia menjalankan perusahaan yang sebelumnya dibentuk oleh orang tuanya dengan nama PO Tresno.

Perusahaan yang berbasis di Magelang ini melayani rute AKAP dari Klaten - Wonosari - Yogyakarta - Magelang menuju Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, PO Santoso juga menyediakan jasa pariwisata dan pengiriman paket.

4. PO Handoyo

Kembali dari PO Bus yang bermarkas di Magelang, ada PO Haryanto yang telah berdiri sejak 1970-an oleh Dibyo Wibowo. Nama perusahaan ini diambil dari nama putra sulungnya.
Sampai saat ini perusahaan otobus ini cukup populer karena selain melayani trayek di Pulau Jawa, PO Handoyo juga melayani rute ke Sumatera.

5. PO Haryanto

PO Bus Haryanto bisa dibilang sebagai salah satu pendatang baru yang sukses karena muncul di era 2000-an. Perusahaan otobus yang dirintis oleh H. Haryanto ini berasal dari Kota Kudus.

Awalnya PO bus ini hanya memiliki 3 armada saja, namun kini telah mencapai lebih dari 300 armada. Ciri khas dari PO Haryanto adalah penampakkan promosi pariwisata Kudus pada bodi sampingnya.

6. PO Safari Dharma Raya

PO Safari Dharma Raya atau OBL yang merupakan akronim dari nama pendirinya Oei Bie Lay, menjadi perusahaan otobus tertua yang ada dalam daftar ini. Pasalnya PO OBL telah ada sejak tahun 1950-an.

PO Bus yang dijuluki Si Gajah dari Temanggung karena kerap menampilkan gambar gajah di body sampingnya ini muncul untuk menjadi solusi penduduk Temanggung dalam mengangkut hasil bumi. Seiring berjalannya waktu, PO OBL telah jadi penyedia kebutuhan mobilitas masyarakat dengan menyediakan berbagai trayek.

Baca Juga: Bikin Penasaran, PO Harapan Jaya Rilis Bus Baru di GIIAS 2023?

7. PO Sumber Alam

PO Sumber Alam bisa dibilang sebagai yang paling populer di Jawa Tengah. Perusahaan yang awalnya bernama Tresna ini telah berdiri sejak 1969 di Purworejo.

Setelah beberapa kali berganti nama, PO Bus ini akhirnya mengusung nama Sumber Alam pada 1975. Dilansir dari sumberalam.id,Trayek yang dilayani PO Sumber alam diantaranya, Yogyakarta - Jakarta, Yogyakarta - Bogor, Yogyakarta - Jonggol, dan Yogyakarta-Kotabumi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hino Luncurkan Bus 4x4...
Hino Luncurkan Bus 4x4 Terbaru untuk Medan Berat di GIICOMVEC 2026
Pastikan Pemudik Selamat...
Pastikan Pemudik Selamat hingga Kampung Halaman, Hino Kumpulkan 30 Oto Bus di Jateng
Neoplan Jumbocruiser,...
Neoplan Jumbocruiser, Leluhur Bus Tingkat Ganda Terbesar yang Ada
Volkswagen Siap Kenalkan...
Volkswagen Siap Kenalkan Minibus Listrik Tanpa Pengemudi
Resmi Buka Pabrik, Truk...
Resmi Buka Pabrik, Truk dan Bus Mercedes-Benz Siap Diproduksi di Indonesia
PO Gunung Harta Rilis...
PO Gunung Harta Rilis Tiga Bus Baru, Pakai Sasis Tronton
Membenahi Tata Kelola...
Membenahi Tata Kelola Angkutan Wisata Jelang Mudik Lebaran
Jelang Libur Nataru,...
Jelang Libur Nataru, Dirjen Hubdat Lakukan Rampchek di PO Sinar Jaya
Identitas 8 Korban Tewas...
Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Bromo, Ada Anak 7 Tahun
Rekomendasi
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
Berita Terkini
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Motor Listrik Jarak...
Motor Listrik Jarak Jauh Berdesain Agresif dan Teknologi Pintar Diluncurkan
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Infografis
7 Pantai Pasir Putih...
7 Pantai Pasir Putih di Jawa Timur, Ada yang Mirip Tanah Lot Bali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved