Tunggangi Toyota Land Cruiser 200, Pereli Julian Johan Kibarkan Bendera Merah Putih di AXCR 2023
Senin, 21 Agustus 2023 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
Di tiga track pertama ia dihadapkan pada jalur yang sempit, memacu Land Cruiser 200 melewati sawah dan areal perkebunan. Namun, karena kepiawaiannya dlam mengendalikan kemudi, ia bisa melewati dengan baik.
"Track sempit di antara sawah dan kebun, LC 200 tidak mudah karena kan sempit jadi kita banyak beradaptasi," tambahnya.
Namun, saat di Laos tepatnya SS enam, track sudah berbeda, lebih lebar dan panjang, sehingga bisa memacu mobil dengan high speed. Meski begitu, banyak jebakan, di antaranya lubang dan lumpur yang dalam, selain itu kolam air dan sungai yang dalam.
"Tadinya saya anggap sepela track ini, karena kan lurus, ternyata banyak yang jadi korban, karena SS di Laos ini," terangnya lagi.
![Tunggangi Toyota Land Cruiser 200, Pereli Julian Johan Kibarkan Bendera Merah Putih di AXCR 2023]()
Ia menganggap, track ini sangat cocok menggunakan LC 200. Meski di SS keempat, ia sempat mengalami kendala electrical tepatnya Throttle Position Center, membuat ABS tidak bisa dimatikan, dan mobil tak bisa digas.
"Di SS empat ini tidak finish, tapi SS lima dan enam bisa finis dan menghasilkan waktu yang cukup baik, sehingga mendapatkan peringkat kedua," cerita Jeje.
Secara keseluruhan, hasil akhir, ia mendapatkan peringgkat ke-12, dan hasil ini sudah dirasakan lebih dari cukup, mengingat ada kejadian masuk ke sawah sehingga harus membuat ia mengurangi ritme dalam mengendarai mobil.
"Track sempit di antara sawah dan kebun, LC 200 tidak mudah karena kan sempit jadi kita banyak beradaptasi," tambahnya.
Namun, saat di Laos tepatnya SS enam, track sudah berbeda, lebih lebar dan panjang, sehingga bisa memacu mobil dengan high speed. Meski begitu, banyak jebakan, di antaranya lubang dan lumpur yang dalam, selain itu kolam air dan sungai yang dalam.
"Tadinya saya anggap sepela track ini, karena kan lurus, ternyata banyak yang jadi korban, karena SS di Laos ini," terangnya lagi.

Ia menganggap, track ini sangat cocok menggunakan LC 200. Meski di SS keempat, ia sempat mengalami kendala electrical tepatnya Throttle Position Center, membuat ABS tidak bisa dimatikan, dan mobil tak bisa digas.
"Di SS empat ini tidak finish, tapi SS lima dan enam bisa finis dan menghasilkan waktu yang cukup baik, sehingga mendapatkan peringkat kedua," cerita Jeje.
Secara keseluruhan, hasil akhir, ia mendapatkan peringgkat ke-12, dan hasil ini sudah dirasakan lebih dari cukup, mengingat ada kejadian masuk ke sawah sehingga harus membuat ia mengurangi ritme dalam mengendarai mobil.
Lihat Juga :