Yomi, Teknologi Baru Kedokteran Gigi

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 10:35 WIB
loading...
Yomi, Teknologi Baru...
Foto/Neocis.com
A A A
Perusahaan Neocis asal Amerika Serikat (AS) telah mengembangkan sistem robotik pertama untuk operasi implan gigi yang diberi nama Yomi. Yomi memberikan panduan robot haptik untuk menambah keahlian klinis tim dokter gigi dan memberikan presisi bedah yang berulang.

Yomi sudah mengantongi izin dari Departemen Obat dan Makanan AS (FDA) sebagai pembantu tim medis menjalankan tugasnya. Pemberian izin ini dapat memperluas sistem Yomi untuk memberikan implan lengkung penuh dalam kasus edentulous atau melibatkan gigi yang hilang.

Perusahaan itu telah menerima dana dari Mithril Capital Management, Norwest Venture Partners, dan pelopor industri bedah robot Fred Moll. Mereka berharap suntikan dana yang diberikan mampu memperkuat teknologi kedokteran gigi di AS. (Baca: Satu Desa Dihancurkan, Israel Paksa Satu Desa Pergi)

“Dengan izin ini, dokter gigi dapat memanfaatkan teknologi robot untuk merawat lebih banyak pasien dan memulihkan lebih banyak senyum,” kata Alon Mozes, Ph.D. dan CEO Neocis, dikutip dari Therobotreport.

Neocis mengklaim bahwa Yomi adalah platform bedah robot pertama yang mendapat persetujuan dari FDA untuk industri gigi. Yomi adalah sistem navigasi terkomputerisasi yang bertujuan untuk membantu fase perencanaan (pra-operasi) dan fase bedah (intra-operasi) implantasi gigi.

Perusahaan menjelaskan bahwa sistem Yomi memungkinkan ahli bedah untuk merencanakan prosedur implantasi sebelum operasi dan memberikan panduan navigasi instrumen bedah. Yomi lebih dikhususkan pada pasien dewasa, dimana sebagian atau sepenuhnya edentulous memenuhi syarat untuk implan gigi.

Sistem Yomi menawarkan panduan fisik yang akurat melalui teknologi robot haptic dan membatasi latihan dalam posisi, orientasi, maupun kedalaman. Teknologi ini dapat memberi akses penuh kepada ahli bedah yang memungkinkan untuk melakuan visualisasi dengan jelas tetapi tidak seperti panduan bedah plastik.

Yomi dapat digunakan untuk implan gigi flapless, yang merupakan jenis pendekatan bedah invasif minimal. Pendekatan tanpa cacat telah terbukti mengarah pada operasi lebih cepat, pemulihan lebih cepat dan lebih sedikit rasa sakit bagi pasien. Sistem Robotika Yomi telah digunakan untuk menempatkan lebih dari 2.000 implan gigi di AS. (Baca juga: Tukang Jagal Tewas di Atas Domba yang Disembelih)

Pemimpin praktik bedah mulut dan maksilofasial di Durham, Inggris, Dr. Uday Reebye, M.D., DMD, mengatakan bahwa munculnya protokol lengkung penuh Yomi adalah perubahan dramatis dalam operasi implan gigi. Ia juga menjadi bagian dari penelitian sistem Yomi yang mendukung izin FDA.

“Pengurangan waktu untuk operasi, peningkatan efisiensi dan akurasi bedah dikombinasikan dengan pendekatan invasif minimal telah membuat protokol lengkung penuh Yomi menjadi standar terbaik,” katanya.

Reebye mengungkapkan bahwa sistem yomi dapat menyelesaikan operasi lengkung penuh dengan rata-rata 21 menit. Ini lebih cepat dan lebih efisien daripada sistem manual yang digunakan selama ini.

Disisi lain, dokter bedah mulut di AS, Dr. Scotty Bolding, DDS, MS, merasa terkesan dengan keakuratan panduan robotik Yomi pada pasien yang sepenuhnya edentulous. Ini dapat dikatakan sebagai kasus pertama edentulous dengan bantuan robot sepenuhnya. (Lihat videonya: Puluhan Orang Terjaring Razia Masker di Jakarta Pusat)

“Mesin itu sangat stabil, mudah digunakan, dan sangat akurat. Selain itu, ada visibilitas yang sangat baik di bidang bedah yang tidak bisa Anda dapatkan dengan panduan yang tersedia selama ini,” katanya.

Bolding sudah tidak ragu lagi dalam menetapkan standar (operasi gigi) untuk kasus multiimplan di masa depan melalui sistem Yomi. Selama 30 tahun pratek bedah gigi, ia belum pernah mendapatkan pengalaman seperti menggunakan sistem Yomi.

“Saya tidak pernah mengalami ketepatan atau akurasi yang ditunjukkan dengan belat lengkung penuh yang baru,” tambahnya. (Fandy)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
China Pamer Senjata...
China Pamer Senjata Laser Portabel yang Dipasang di Mobil Pickup
PULS Peluncur Roket...
PULS Peluncur Roket Canggih dengan Kemampuan di Atas Rata-rata
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Rekomendasi
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Berita Terkini
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Digas Wapres Gibran...
Digas Wapres Gibran di Papua, Ini Spesifikasi Yadea Velax H
Mobil Jepang Lawas Tetap...
Mobil Jepang Lawas Tetap Rebut Perhatian Penggemar Modifikasi, Ini Alasannya!
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Kawin Silang JLR dan...
Kawin Silang JLR dan Chery: Freelander 8 Lahir, Eropa Ketar-ketir!
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved