Perluas Pasar Mobil Listrik, Toyota Pakai Teknologi Tesla
Selasa, 24 Oktober 2023 - 18:46 WIB
loading...
Toyota Motor Corporation bakal menggunakan teknologi pengisian baterai Tesla dalam mengembangkan mobil listrik terbaru. Foto/Japan Times
A
A
A
WASHINGTON - Toyota Motor Corporation bakal menggunakan teknologi pengisian baterai Tesla dalam mengembangkan mobil listrik terbaru. Teknologi ini memungkinkan untuk memperluas pasar, khususnya di Amerika Utara pada 2025.
Alasan Toyota mengadopsi teknologi tersebut, untuk mempermudah konsumen mereka dalam mengisi daya mobil listrik pada 12.000 Tesla Supercharger yang tersebar di seluruh Amerika. Sedangkan untuk model lama, Toyota akan melengkapi dengan perangkat Combined Charging System (CCS).
Itu merupakan sebuah adaptor agar soket pada mobil sesuai dengan colokan pada Tesla Supercharger. Hal tersebut diharapkan dapat mempercepat perkembangan kendaraan listrik di Amerika Serikat.
Baca juga; Tesla Klaim Dirikan 20.000 Supercharger di Dunia, Tak Ada Satu pun di Indonesia
Begitu juga dengan Toyota yang mengharapkan mobil listrik mereka dapat diterima dengan baik setelah tertinggal dari kompetitornya. Dikutip dari laman Japantimes, Selasa (24/10/2023), produsen mobil global, termasuk General Motors dan Mercedes-Benz, juga memutuskan untuk mengadopsi standar Tesla untuk wilayah tersebut.
Perusahaan asal Jepang lainnya, Nissan dan Honda, juga memutuskan untuk memanfaatkan jaringan pengisian daya Tesla. Bukan tanpa upaya, industri otomotif Jepang telah mempromosikan penggunaan standar CHAdeMO.
Teknologi itu dikembangkan oleh perusahaan Jepang dan digunakan secara luas di pasar dalam negeri mereka. Namun, Tesla terus melakukan pengembangan yang membuat para rivalnya tertinggal dalam hal kendaraan listrik.
Alasan Toyota mengadopsi teknologi tersebut, untuk mempermudah konsumen mereka dalam mengisi daya mobil listrik pada 12.000 Tesla Supercharger yang tersebar di seluruh Amerika. Sedangkan untuk model lama, Toyota akan melengkapi dengan perangkat Combined Charging System (CCS).
Itu merupakan sebuah adaptor agar soket pada mobil sesuai dengan colokan pada Tesla Supercharger. Hal tersebut diharapkan dapat mempercepat perkembangan kendaraan listrik di Amerika Serikat.
Baca juga; Tesla Klaim Dirikan 20.000 Supercharger di Dunia, Tak Ada Satu pun di Indonesia
Begitu juga dengan Toyota yang mengharapkan mobil listrik mereka dapat diterima dengan baik setelah tertinggal dari kompetitornya. Dikutip dari laman Japantimes, Selasa (24/10/2023), produsen mobil global, termasuk General Motors dan Mercedes-Benz, juga memutuskan untuk mengadopsi standar Tesla untuk wilayah tersebut.
Perusahaan asal Jepang lainnya, Nissan dan Honda, juga memutuskan untuk memanfaatkan jaringan pengisian daya Tesla. Bukan tanpa upaya, industri otomotif Jepang telah mempromosikan penggunaan standar CHAdeMO.
Teknologi itu dikembangkan oleh perusahaan Jepang dan digunakan secara luas di pasar dalam negeri mereka. Namun, Tesla terus melakukan pengembangan yang membuat para rivalnya tertinggal dalam hal kendaraan listrik.
Lihat Juga :