Panas Ekstrem Jadi Ancaman, Ini Bagian Mobil yang Perlu Dipantau
Jum'at, 03 November 2023 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
Sebaiknya juga kipas radiator tersebut diservis setiap tiga hingga lima tahun sekali. Tak kalah penting adalah rutin memantau posisi cairan radiator. Terlebih pada kendaraan harian yang jam operasionalnya tinggi.
“Suhu mesin saat bekerja ada direntang 72-95 derajat celcius, jika di bawah itu atau lebih tinggi lagi sama-sama membuat mesin tidak bisa bekerja optimal, bahkan menjadi berbahaya jika panasnya tidak terkendali,” kata Dhany.
Saat pemeriksaan posisi air radiator, perlu disadari juga bawah kinerja radiator akan dipengaruhi oleh cairan atau coolant di dalamnya. Cairan ini fungsinya mempertahankan stabilnya suhu mesin mobil saat bekerja. Oleh karena itu perlu dipastikan memeriksa volume air radiator, termasuk reservoir, secara berkala.
Apalagi kini makin banyak pemakaian mesin modern dengan kapasitas yang kecil namun telah mengadopsi teknologi turbocharger dan direct injection. Tentu spesifikasi tersebut punya potensi besar dalam membuat suhu mesin menjadi sangat panas. Hal ini jelas membuat peran coolant menjadi kian penting dalam menjaga suhu kerja mesin tetap direntang optimal.
Berkurangnya air radiator yang tidak terpantau kerap kali jadi awal terjadinya panas berlebih pada mesin mobil atau sering disebut overheat. Namun ada baiknya tidak memanfaatkan air biasa untuk diisikan ke radiator. “Secara prinsip, baik air biasa dan maupun coolant bisa menjadi media pelepasan panas bagi radiator. Tetapi keduanya sebenarnya akan mendatangkan hasil yang berbeda, jelas Dhany.
Baca juga : Royal Enfield Himalayan 450: Perubahan Besar, Mesin Baru, Fitur Canggih
Diakui juga oleh Dhany, air biasa memang punya kemudahan untuk memperolehnya. Berbeda dengan coolant yang dibuat dengan sejumlah formula khusus guna meningkatkan performa pendinginan. Salah satu perbedaan mendasar dari air biasa adalah kehadiran aditif anti karat pada coolant.
Lihat Juga :