Polusi Udara Memburuk, India Larang Penggunaan Kendaraan Pribadi
Selasa, 07 November 2023 - 09:55 WIB
loading...
Pemerintah New Delhi, India, menerapkan kebijakan ektrem untuk menekan polusi udara yang semakin memburuk. (Foto: Reuters)
A
A
A
NEW DELHI - Pemerintah New Delhi, India, menerapkan kebijakan ektrem untuk menekan polusi udara yang semakin memburuk. Kendaraan-kendaraan pribadi akan dilarang beroperasi selama sepekan.
Dilansir dari Gulfnews, kebijakan ini diumumkan secara resmi pada Senin (6/11/2023) kemarin. Gopal Rai, Menteri Lingkungan Delhi, mengatakan skema pembatasan lalu lintas akan diberlakukan selama seminggu mulai dari Senin depan, sehari setelah Diwali.
Dalam skema ini, mobil dengan plat nomor ganjil dan genap akan diizinkan beroperasi secara bergantian selama periode tersebut. "Keputusan ini diambil karena setelah Diwali, polusi mungkin akan meningkat lebih lanjut," kata Rai dalam konferensi pers. Situasi ini akan dievaluasi setelah tanggal 20 November.
Rai juga mengatakan sekolah di kota ini akan tetap tutup hingga tanggal 11 November dan kegiatan konstruksi akan dilarang.
Baca Juga: Polusi Udara Kian Parah, India Akan Lakukan Lockdown
Delhi, yang dihuni oleh 30 juta orang, selalu tertutup kabut asap tajam pada awal musim dingin setiap tahunnya, yang terutama disebabkan oleh pembakaran jerami oleh petani di negara-negara agraris tetangga. Kota ini selalu menduduki peringkat atas sebagai salah satu kota paling tercemar di dunia, dengan kabut asapnya.
Sejauh ini, upaya yang dilakukan pemerintah gagal mengatasi masalah kualitas udara, yang menurut studi AS tahun 2017 menyebabkan 1 juta orang tewas prematur di India setiap tahunnya.
Dilansir dari Gulfnews, kebijakan ini diumumkan secara resmi pada Senin (6/11/2023) kemarin. Gopal Rai, Menteri Lingkungan Delhi, mengatakan skema pembatasan lalu lintas akan diberlakukan selama seminggu mulai dari Senin depan, sehari setelah Diwali.
Dalam skema ini, mobil dengan plat nomor ganjil dan genap akan diizinkan beroperasi secara bergantian selama periode tersebut. "Keputusan ini diambil karena setelah Diwali, polusi mungkin akan meningkat lebih lanjut," kata Rai dalam konferensi pers. Situasi ini akan dievaluasi setelah tanggal 20 November.
Rai juga mengatakan sekolah di kota ini akan tetap tutup hingga tanggal 11 November dan kegiatan konstruksi akan dilarang.
Baca Juga: Polusi Udara Kian Parah, India Akan Lakukan Lockdown
Delhi, yang dihuni oleh 30 juta orang, selalu tertutup kabut asap tajam pada awal musim dingin setiap tahunnya, yang terutama disebabkan oleh pembakaran jerami oleh petani di negara-negara agraris tetangga. Kota ini selalu menduduki peringkat atas sebagai salah satu kota paling tercemar di dunia, dengan kabut asapnya.
Sejauh ini, upaya yang dilakukan pemerintah gagal mengatasi masalah kualitas udara, yang menurut studi AS tahun 2017 menyebabkan 1 juta orang tewas prematur di India setiap tahunnya.
Lihat Juga :