Sistem Kerja Disebut Jadi Faktor Utama Daihatsu Mudah Melakukan Pemalsuan

Rabu, 03 Januari 2024 - 11:50 WIB
loading...
Sistem Kerja Disebut...
Daihatsu hentikan pengiriman mobil di seluruh dunia akibat skandal pemalsuan data keselamatan. FOTO/ THE JAPAN TIMES
A A A
TOKYO - Kasus pemalsuan data keselamatan Daihatsu turut menyoroti budaya kerja di Daihatsu yang dinilai rentan pelanggaran. Sehingga menurut tim ivestigasi pelanggaran bisa dilakukan dengan mudahnya.

BACA JUGA - Hasil Investigasi Buktikan Daihatsu Sengaja Menyepelekan Keselamatan Konsumen

Dalam isi laporan Tim Investigasi yang didapatkan SINDOnews, budaya kerja yang tidak sehat di organisasi Daihatsu, lemahnya komunikasi dan koordinasi internal antar eksekutif dari departemen lain menjadi alasan mudahnya pemalsuan dokumen dilakukan Daihatsu.

Tak hanya itu, menurut laparan investigasi budaya menyalahkan orang lain ketika proyek gagal, kurangnya staf menyebabkan semua staf melakukan banyak tugas dalam waktu bersamaan, dan budaya tidak peduli tentang kondisi sekitar selama pekerjaan.

Tim independen yang melakukan investigasi ini menemukan kejanggalan pada 174 item dalam 25 kategori pengujian, termasuk kesalahan yang sebelumnya terdeteksi pada April dan Mei.

Jumlah model mobil yang terlibat dalam skandal ini mencapai 64, termasuk 22 model yang dijual dengan merek Toyota.

Dalam pernyataan resmi, Toyota menegaskan bahwa sertifikasi adalah "persyaratan utama" bagi produsen untuk menjalankan bisnis. Mereka menyadari bahwa Daihatsu mengabaikan hal ini, yang dikatakan "mengguncang fondasi perusahaan sebagai produsen mobil."
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
Vespa Sprint, Primavera,...
Vespa Sprint, Primavera, dan Liberty Ditarik Kembali Masalah Lampu Depan
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Dikira Cosplayer, Ternyata...
Dikira Cosplayer, Ternyata Shotaro Odate adalah Otak di Balik Inovasi Honda
Toyota Jungkir Balik...
Toyota Jungkir Balik Akibat Perang Iran dan Amerika Serikat
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Intip Kinerja MPMX Mengawali...
Intip Kinerja MPMX Mengawali 2026: Profitabilitas Meningkat di Tengah Dinamika Pendapatan
IIMS Jakarta 2026 Selesai...
IIMS Jakarta 2026 Selesai Digelar, Hadirkan Solusi Finansial Holistik bagi Industri Otomotif
Rekomendasi
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Lagu Sedia Aku Sebelum...
Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan Viral di Australia, Gita Idgitaf Ungkap Sempat Tertekan
Lisa BLACKPINK Akui...
Lisa BLACKPINK Akui Sering Patah Hati, Rumor Putus dari Frederic Arnault Makin Menguat
Berita Terkini
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Ford Gunakan Beruang...
Ford Gunakan Beruang Raksasa untuk Menguji Kualitas F150
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Infografis
Jens Raven Layak Jadi...
Jens Raven Layak Jadi Striker Utama di Timnas Indonesia U-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved