Selain Charger di Tiang Listrik, Ini Layanan SPKLU yang Ada di Indonesia
Selasa, 09 Januari 2024 - 17:58 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya ada DC fast charging. Teknologi pengisian mobil listrik ini menggunakan arus searah (DC) yang memiliki tegangan tinggi, biasanya sekitar 400-500 volt.
DC fast charging dapat mengisi baterai hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30-60 menit. Teknologi ini cocok untuk pengisian di tempat umum, seperti rest area atau pusat perbelanjaan, karena dapat menghemat waktu pengguna. Contoh stasiun pengisian DC fast charging di Indonesia adalah Pertamina Fast Charging.
DC ultra-fast charging ini merupakan sebuah teknologi pengisian mobil listrik dengan menggunakan arus searah (DC) yang memiliki tegangan sangat tinggi, biasanya sekitar 800-1000 volt. Teknologi ini dapat mengisi baterai hingga 80 persen dalam waktu sekitar 10-20 menit.
Teknologi pengisian ini cocok untuk pengisian di tempat strategis, seperti bandara atau terminal, karena dapat memberikan layanan yang cepat dan nyaman. Contoh stasiun pengisian DC ultra-fast charging di Indonesia adalahShellRecharge.
DC fast charging dapat mengisi baterai hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30-60 menit. Teknologi ini cocok untuk pengisian di tempat umum, seperti rest area atau pusat perbelanjaan, karena dapat menghemat waktu pengguna. Contoh stasiun pengisian DC fast charging di Indonesia adalah Pertamina Fast Charging.
3. DC ultra-fast charging
DC ultra-fast charging ini merupakan sebuah teknologi pengisian mobil listrik dengan menggunakan arus searah (DC) yang memiliki tegangan sangat tinggi, biasanya sekitar 800-1000 volt. Teknologi ini dapat mengisi baterai hingga 80 persen dalam waktu sekitar 10-20 menit.
Teknologi pengisian ini cocok untuk pengisian di tempat strategis, seperti bandara atau terminal, karena dapat memberikan layanan yang cepat dan nyaman. Contoh stasiun pengisian DC ultra-fast charging di Indonesia adalahShellRecharge.
(wbs)
Lihat Juga :