Tips Bagaimana Pemula Menggeluti Bisnis Online saat Wabah COVID-19
Selasa, 11 Agustus 2020 - 11:43 WIB
loading...
A
A
A
“Tahun ini, lebih dari 250 pelajar di 12 SMA/SMK di Jakarta dan Cileungsi berkesempatan untuk memiliki wawasan dan pengalaman bisnis yang komprehensif dengan mengoperasikan sebuah perusahaan siswa (SC-Student Company) di sekolah," ujar Robert Gardiner.
Dua menjelaskan, ide dan kinerja bisnis mereka menunjukkan potensi besar yang dimiliki generasi muda dalam mengelola bisnis, sekaligus kepekaan dalam menyikapi perubahan perilaku konsumen yang juga semakin peduli terhadap lingkungan. Pihaknya berharap pengalaman yang diperoleh dari program ini dapat terus menginspirasi generasi muda untuk menciptakan lebih banyak bisnis baru yang menerapkan konsep keberlanjutan di masa depan.
Survei yang dilakukan oleh Cambridge Assessment International Education pada 2019 menunjukkan pelajar Indonesia berusia 13-19 tahun memiliki minat dan perhatian yang besar pada isu global terkait lingkungan. Sebanyak 21% pelajar meyakini polusi (termasuk sampah plastik) adalah masalah terbesar yang dihadapi dunia saat ini.
Selain itu, sebagian besar generasi muda Indonesia (93%) sangat bersemangat untuk menangani masalah ini dan telah melakukan aksi nyata. Misalnya mengubah gaya hidup yang berdampak pada lingkungan. Indikasi ini semakin menegaskan komitmen PJI bersama Citi Indonesia, Caterpillar Indonesia, dan AIG Indonesia untuk menyediakan wadah bagi generasi muda dalam menyalurkan semangat menjaga lingkungan dengan mengembangkan sebuah bisnis yang akhirnya memberikan manfaat ekonomi bagi mereka sendiri.
Sementara itu, Country Head of Corporate Affairs, Citi Indonesia, Puni A Anjungsari, mengungkapkan, bisnis yang diinisiasi oleh generasi muda Indonesia semakin menunjukkan tren yang positif akhir-akhir ini. Meningkatnya minat berwirausaha ini perlu diikuti dengan kesadaran untuk mengelola bisnis secara bertanggung jawab.
"Melalui program edukasi kewirausahaan yang menargetkan pelajar SMA/SMK ini, Citi Indonesia bersama PJI berupaya untuk memberikan pembelajaran praktis berwirausaha sekaligus menanamkan pentingnya membangun bisnis yang tidak hanya memprioritaskan profit, tetapi juga berorientasi untuk menjaga lingkungan. Kolaborasi ini juga dilakukan untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mendorong lahirnya wirausaha muda baru di Indonesia,” papar Puni.
Dua menjelaskan, ide dan kinerja bisnis mereka menunjukkan potensi besar yang dimiliki generasi muda dalam mengelola bisnis, sekaligus kepekaan dalam menyikapi perubahan perilaku konsumen yang juga semakin peduli terhadap lingkungan. Pihaknya berharap pengalaman yang diperoleh dari program ini dapat terus menginspirasi generasi muda untuk menciptakan lebih banyak bisnis baru yang menerapkan konsep keberlanjutan di masa depan.
Survei yang dilakukan oleh Cambridge Assessment International Education pada 2019 menunjukkan pelajar Indonesia berusia 13-19 tahun memiliki minat dan perhatian yang besar pada isu global terkait lingkungan. Sebanyak 21% pelajar meyakini polusi (termasuk sampah plastik) adalah masalah terbesar yang dihadapi dunia saat ini.
Selain itu, sebagian besar generasi muda Indonesia (93%) sangat bersemangat untuk menangani masalah ini dan telah melakukan aksi nyata. Misalnya mengubah gaya hidup yang berdampak pada lingkungan. Indikasi ini semakin menegaskan komitmen PJI bersama Citi Indonesia, Caterpillar Indonesia, dan AIG Indonesia untuk menyediakan wadah bagi generasi muda dalam menyalurkan semangat menjaga lingkungan dengan mengembangkan sebuah bisnis yang akhirnya memberikan manfaat ekonomi bagi mereka sendiri.
Sementara itu, Country Head of Corporate Affairs, Citi Indonesia, Puni A Anjungsari, mengungkapkan, bisnis yang diinisiasi oleh generasi muda Indonesia semakin menunjukkan tren yang positif akhir-akhir ini. Meningkatnya minat berwirausaha ini perlu diikuti dengan kesadaran untuk mengelola bisnis secara bertanggung jawab.
"Melalui program edukasi kewirausahaan yang menargetkan pelajar SMA/SMK ini, Citi Indonesia bersama PJI berupaya untuk memberikan pembelajaran praktis berwirausaha sekaligus menanamkan pentingnya membangun bisnis yang tidak hanya memprioritaskan profit, tetapi juga berorientasi untuk menjaga lingkungan. Kolaborasi ini juga dilakukan untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mendorong lahirnya wirausaha muda baru di Indonesia,” papar Puni.