Teknologi Baru Baterai Lithium Pengisian Daya Kurang dari 5 Menit
Jum'at, 09 Februari 2024 - 06:12 WIB
loading...
A
A
A
"Tujuan kami adalah menciptakan desain elektroda baterai yang dapat diisi dan dikosongkan dengan cara yang selaras dengan rutinitas sehari-hari,” kata penulis utama, Shuo Jin, dari Cornell University, dalam sebuah pernyataan.
"SSecara praktis, kami ingin perangkat elektronik kami dapat mengisi daya dengan cepat dan beroperasi dalam waktu lama. Untuk mencapai hal ini, kami telah mengidentifikasi bahan anoda indium unik yang dapat dipasangkan secara efektif dengan berbagai bahan katoda untuk menghasilkan baterai yang mengisi daya dengan cepat dan mengosongkan daya secara perlahan," lanjutnya.
Baterainya menarik, tetapi tidak sempurna. Indium cukup berat, sehingga akan mempengaruhi dimana dan bagaimana baterai tersebut dapat digunakan. Namun, para peneliti percaya bahwa mungkin ada paduan dengan sifat menguntungkan yang serupa dengan indium namun tanpa kekurangan dan paduan tersebut dapat menjadi baterai masa depan.
Pengembangan baterai semacam ini berarti kemampuan transportasi berlistrik dapat diperluas, baik dalam hal peghentian bahan bakar maupun jarak tempuh.
"Jika Anda dapat mengisi baterai EV [kendaraan listrik] dalam lima menit, maksud saya, Anda tidak perlu memiliki baterai yang cukup besar untuk menempuh jarak 300 mil [483 kilometer]. Anda bisa menerima harga yang lebih murah, yang dapat mengurangi biaya kendaraan listrik, sehingga memungkinkan adopsi yang lebih luas," tulis penelitian.
"SSecara praktis, kami ingin perangkat elektronik kami dapat mengisi daya dengan cepat dan beroperasi dalam waktu lama. Untuk mencapai hal ini, kami telah mengidentifikasi bahan anoda indium unik yang dapat dipasangkan secara efektif dengan berbagai bahan katoda untuk menghasilkan baterai yang mengisi daya dengan cepat dan mengosongkan daya secara perlahan," lanjutnya.
Baterainya menarik, tetapi tidak sempurna. Indium cukup berat, sehingga akan mempengaruhi dimana dan bagaimana baterai tersebut dapat digunakan. Namun, para peneliti percaya bahwa mungkin ada paduan dengan sifat menguntungkan yang serupa dengan indium namun tanpa kekurangan dan paduan tersebut dapat menjadi baterai masa depan.
Pengembangan baterai semacam ini berarti kemampuan transportasi berlistrik dapat diperluas, baik dalam hal peghentian bahan bakar maupun jarak tempuh.
"Jika Anda dapat mengisi baterai EV [kendaraan listrik] dalam lima menit, maksud saya, Anda tidak perlu memiliki baterai yang cukup besar untuk menempuh jarak 300 mil [483 kilometer]. Anda bisa menerima harga yang lebih murah, yang dapat mengurangi biaya kendaraan listrik, sehingga memungkinkan adopsi yang lebih luas," tulis penelitian.
(wbs)
Lihat Juga :