Terlibat Skandal Utang Suku Cadang, Honda Janji Akan Melunasi

Selasa, 26 Maret 2024 - 19:04 WIB
loading...
Terlibat Skandal Utang...
Honda terlibat skandal utang suku cadang. FOTO/ DAILY
A A A
TEXAS - Industri otomotif Jepang terkejut awal bulan ini ketika Nissan didenda 3 miliar Yen oleh Komisi Perdagangan Adil Jepang (Japan Fair Trade Commission) atas utang puluhan tahun kepada pemasok.

BACA JUGA - Fisker Siapkan Penantang Tesla Cybertruck

Kejadian ini memicu kekhawatiran pelaku industri terhadap stabilitas pasokan dan hubungan dengan pemasok.

Seperti dilansir dari Asia Nikkei baru-baru ini mengungkapkan bahwa Honda akan mengubah kebijakan pembayarannya kepada pemasoknya, beralih ke pembayaran penuh, bukan mencicil suku cadang mobil.

Sebagai catatan, logam yang digunakan dalam pembuatan suku cadang mobil seringkali dibuat sesuai pesanan dan memenuhi standar kualitas yang sangat ketat.

Namun, bagi pembuat suku cadang, langkah ini memungkinkan mereka menerima investasi awal yang besar.

Sebuah perusahaan suku cadang yang bekerja sama dengan Honda mengatakan kepada Nikkei bahwa pembayaran penuh akan membantu mengurangi risiko terkait pemulihan dana dan menurunkan biaya bunga.

Ia menambahkan, langkah ini juga dinilai dapat meningkatkan daya saing perusahaan suku cadang karena kenaikan upah yang dialami melebihi rantai pasok.

Namun, tidak semua perusahaan suku cadang bersedia menerima pembayaran penuh ini. Hal ini disebabkan 'kebiasaan lama' di industri yang telah mempraktekkan pembayaran angsuran selama lebih dari 20 tahun.

Bagi beberapa perusahaan, pembayaran angsuran tersebut sudah menjadi rutinitas dan sulit diubah.

Dari sudut pandang produsen kendaraan, keputusan Honda untuk mengubah kebijakan pembayaran merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan tersebut, dengan harapan dapat menjaga stabilitas rantai pasokan industri otomotif Jepang.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Honda BeAT 2026 Resmi...
Honda BeAT 2026 Resmi Berubah: Harga Mulai Rp19 Juta, Ini Daftar Lengkap Pembaruannya
Terancam Mobil China,...
Terancam Mobil China, Honda Justru Buka 4 Dealer Baru di Jateng dan Bali
Veda Ega Pulang Kampung,...
Veda Ega Pulang Kampung, Mario Suryo Aji Jalani Pemulihan Cedera
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
DAM Konsisten Bina Pebalap...
DAM Konsisten Bina Pebalap Muda lewat Honda Daya Jayadi Racing Team
Rekomendasi
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
Berita Terkini
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
Hyundai Hadirkan Powertrain...
Hyundai Hadirkan Powertrain Lengkap di GIIAS 2026
GWM Tank 300 Facelift...
GWM Tank 300 Facelift Terungkap, Jangkauan EV 200 km Kemampuan Off-Road Ditingkatkan
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved