Nissan Berencana Hentikan Produksi Mobil Berbahan Bakar Bensin

Senin, 03 Juni 2024 - 23:22 WIB
loading...
Nissan Berencana Hentikan...
Nissan GTR. FOTO/ DAILY
A A A
TOKYO - Baru-baru ini tiga pabrikan mobil asal Jepang, Toyota , Mazda dan Subaru mengumumkan kerja sama untuk mengembangkan mesin pembakaran generasi berikutnya.

BACA JUGA - Masyarakat Antusias Pakai Bahan Bakar Berkualitas

Namun, berbeda dengan produsen mobil Jepang lainnya yang memutuskan berhenti berinvestasi pada pengembangan tenaga bensin dan solar.

Seperti dilansir dari Carscoops, Nissan mengatakan pihaknya telah menghabiskan banyak uang untuk teknologi baru.

Majalah Australia Drive berbicara kepada Senior Vice President dan Chief Planning Officer untuk kawasan Afrika, Timur Tengah, India, Eropa dan Oseania (AMIEO) tentang apa yang akan terjadi.

Francois Bailly ditanya apakah Nissan mempunyai niat mengembangkan mesin pembakaran baru: "Masa depan kami adalah EV. Kami tidak berinvestasi pada powertrain baru untuk mesin bensin, itu sudah pasti."

Lebih lanjut ia menyebutkan, peralihan dari mobil bertenaga konvensional ke model full listrik akan dilakukan melalui teknologi e-Power milik Nissan.

Ini adalah pengaturan hybrid yang tidak konvensional di mana mesin pembakaran bertindak sebagai generator untuk mengisi daya baterai.

Untuk memaksimalkan penghematan bahan bakar pada mobil hybrid ini, Nissan ingin meningkatkan efisiensi termal mesin pembakaran hingga 50 persen.

Mereka telah mengerjakan teknologi ini selama beberapa tahun, dan pada awal tahun 2021 mengumumkan bahwa prototipe e-Power mencapai kesuksesan selama pengujian.

Toyota, Mazda, dan Subaru percaya mesin pembakaran internal dapat dihemat dengan menggunakan bahan bakar yang hampir netral karbon.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
XPENG V1SION Night 2026,...
XPENG V1SION Night 2026, Tandai Babak Baru XPENG di Indonesia
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Rekomendasi
Larangan dan Sanksi...
Larangan dan Sanksi MPLS 2026, Atribut Tidak Relevan hingga Pungutan Biaya Dilarang
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Berita Terkini
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved