Recall Chery Omoda 5: Update Terbaru, 90% Unit Telah Diperiksa
Sabtu, 22 Juni 2024 - 08:21 WIB
loading...
Chery Omoda 5 yang mengalami patah as di Malaysia. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - PT Chery Sales Indonesia (CSI) melakukan recall atau penarikan kembali pada Omoda 5 untuk masalah as roda belakang yang bisa patah secara tiba-tiba. Setidaknya, ada 420 unit model yang ada di Indonesia terdampak kampanye ini untuk dilakukan pengecekan.
Sebagai informasi, recall ini dilakukan setelah Omoda 5 milik konsumen di Malaysia mengalami patah as roda belakang secara tiba-tiba.
Untuk menghindari hal serupa terjadi, CSI melakukan recall untuk melakukan pengecekan komponen selongsong sumbu roda belakang.
"(Recall Chery Omoda 5 di Indonesia) sudah hampir selesai, sekitar 90 persen. Kurang sedikit lagi, kita lagi coba ajak customer (buat menyelesaikannya)," kata Assistance President Director PT Chery Sales Indonesia (CSI) Zeng Shuo kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Zheng Shuo mengungkapkan bahwa recall yang dilakukan di Indonesia sifatnya hanya pengecekan bukan perbaikan pada komponen tersebut.
Hal ini demi memastikan sambungan pada setiap selongsong roda belakang dikerjakan dengan benar dan tidak ada luka yang bisa menyebabkan karat muncul.
"Itu cuma pengecekan saja. Kita cuma mau make sure, production check lah. Nggak lama (pemeriksaannya), cuma butuh 30 menit. Tapi ada sebagian customer yang tidak bisa datang karena waktu yang belum ketemu ya," ujarnya.
Sebagai informasi, recall ini dilakukan setelah Omoda 5 milik konsumen di Malaysia mengalami patah as roda belakang secara tiba-tiba.
Untuk menghindari hal serupa terjadi, CSI melakukan recall untuk melakukan pengecekan komponen selongsong sumbu roda belakang.
"(Recall Chery Omoda 5 di Indonesia) sudah hampir selesai, sekitar 90 persen. Kurang sedikit lagi, kita lagi coba ajak customer (buat menyelesaikannya)," kata Assistance President Director PT Chery Sales Indonesia (CSI) Zeng Shuo kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Zheng Shuo mengungkapkan bahwa recall yang dilakukan di Indonesia sifatnya hanya pengecekan bukan perbaikan pada komponen tersebut.
Hal ini demi memastikan sambungan pada setiap selongsong roda belakang dikerjakan dengan benar dan tidak ada luka yang bisa menyebabkan karat muncul.
"Itu cuma pengecekan saja. Kita cuma mau make sure, production check lah. Nggak lama (pemeriksaannya), cuma butuh 30 menit. Tapi ada sebagian customer yang tidak bisa datang karena waktu yang belum ketemu ya," ujarnya.
Lihat Juga :