Gara-gara Emisi, Motor Bebek Terlaris di Dunia Ini Disuntik Mati
Rabu, 26 Juni 2024 - 07:48 WIB
loading...
Motor bebek terlaris di dunia Honda Super Cub 50 akhirnya disuntik mati. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Honda, raksasa otomotif Jepang, tengah mempersiapkan diri memasuki era kendaraan listrik secara penuh. Komitmen ini sejalan dengan peta jalan perusahaan yang telah diumumkan kepada publik. Namun, langkah besar ini harus dibayar mahal dengan mengorbankan salah satu produk paling ikonik dan terlaris di dunia: Honda Super Cub 50.
Keputusan untuk menghentikan produksi Super Cub 50 pada 2025 mendatang mengejutkan banyak pihak, mengingat popularitas dan sejarah panjang motor bebek legendaris ini. Namun, Honda memiliki alasan kuat di balik keputusan tersebut.
Salah satu faktor utama yang mendorong penghentian produksi Super Cub 50 adalah regulasi emisi yang semakin ketat di Jepang. Pemerintah setempat berencana untuk menindak tegas kendaraan bermotor dengan kapasitas mesin 50 cc atau kurang, karena dianggap memiliki konverter katalitik yang kurang ideal dari segi teknis.
Selain itu, kehadiran sepeda motor listrik berukuran kecil juga menjadi ancaman serius bagi penjualan Super Cub 50.
Data penjualan tahun lalu menunjukkan penurunan drastis, hanya mencapai 92.824 unit, jauh dibandingkan masa kejayaannya pada 1982 yang mencapai 2,78 juta unit per tahun.
Keputusan untuk menghentikan produksi Super Cub 50 pada 2025 mendatang mengejutkan banyak pihak, mengingat popularitas dan sejarah panjang motor bebek legendaris ini. Namun, Honda memiliki alasan kuat di balik keputusan tersebut.
Salah satu faktor utama yang mendorong penghentian produksi Super Cub 50 adalah regulasi emisi yang semakin ketat di Jepang. Pemerintah setempat berencana untuk menindak tegas kendaraan bermotor dengan kapasitas mesin 50 cc atau kurang, karena dianggap memiliki konverter katalitik yang kurang ideal dari segi teknis.
Selain itu, kehadiran sepeda motor listrik berukuran kecil juga menjadi ancaman serius bagi penjualan Super Cub 50.
Data penjualan tahun lalu menunjukkan penurunan drastis, hanya mencapai 92.824 unit, jauh dibandingkan masa kejayaannya pada 1982 yang mencapai 2,78 juta unit per tahun.
Lihat Juga :