Penjualan Mobil Bekas Lampaui Mobil Baru: Harga Terjangkau Jadi Daya Tarik Utama
Jum'at, 12 Juli 2024 - 12:28 WIB
loading...
Penjualan mobil bekas yang sangat tinggi justru mengkhawatirkan pasar otomotif, terutama penjualan mobil baru. Foto: Antara
A
A
A
JAKARTA - Peneliti senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEMFEB UI) Riyanto mengungkapkan, tren penjualan mobil bekas lebih besar dari mobil baru.
Riyanto menjelaskan, saat ini masyarakat Indonesia lebih senang membeli mobil bekas ketimbang memboyong model teranyar. Ia menungkapkan, harga mobil naik lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan inflasi.
"Memang mobil bekas dari tahun 2013 ke 2023 naik tiga kali lipat, dari cuma 500 ribu unit jadi sekarang sudah 1,4 juta unit. Ini pergeseran mobil bekas, ini akibat dari tidak terjangkaunya, karena harga mobil dan pendapatan per kapita makin jauh gap-nya," kata Riyanto di Jakarta belum lama ini.
Seperti diketahui, penjualan mobil di Indonesia secara domestik stagnan sebesar 1 juta unit sepanjang 2013-2023. Menurut Riyanto, hal ni disebabkan pendapatan per kapita tidak sebanding dengan kenaikan harga mobil baru yang terjadi setiap tahun.
"Pendapatan antara harga makin lebar. Kalau pengetatan kredit berlaku tentu saja membuat pasar semakin kecil. Oleh karena itu, OJK yang harus menyadari juga," tuturnya.
Riyanto menjelaskan, saat ini masyarakat Indonesia lebih senang membeli mobil bekas ketimbang memboyong model teranyar. Ia menungkapkan, harga mobil naik lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan inflasi.
"Memang mobil bekas dari tahun 2013 ke 2023 naik tiga kali lipat, dari cuma 500 ribu unit jadi sekarang sudah 1,4 juta unit. Ini pergeseran mobil bekas, ini akibat dari tidak terjangkaunya, karena harga mobil dan pendapatan per kapita makin jauh gap-nya," kata Riyanto di Jakarta belum lama ini.
Seperti diketahui, penjualan mobil di Indonesia secara domestik stagnan sebesar 1 juta unit sepanjang 2013-2023. Menurut Riyanto, hal ni disebabkan pendapatan per kapita tidak sebanding dengan kenaikan harga mobil baru yang terjadi setiap tahun.
"Pendapatan antara harga makin lebar. Kalau pengetatan kredit berlaku tentu saja membuat pasar semakin kecil. Oleh karena itu, OJK yang harus menyadari juga," tuturnya.
Lihat Juga :