Kendaraan Listrik Akan Memicu Krisis Air di Seluruh Dunia
Selasa, 06 Agustus 2024 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
Akibatnya, mendaur ulang baterai litium akan lebih mahal ketimbang menambang lebih banyak litium untuk membuat baterai baru. Juga, dalam skala besar, cara murah untuk mendaur ulang baterai Li jauh tertinggal dari produksinya yang massal.
Hanya ada sekitar 5% baterai Li yang didaur ulang secara global, artinya kebanyakan baterai ini akan menjadi sampah.
Tapi seiring dengan meningkatnya permintaan akan mobil listrik, dan seperti yang telah diprediksikan, dorongan untuk mendaur ulang lebih banyak baterai litium kemudian ditujukan pada industri baterai dan kendaraan bermotor.
Kelemahan di sisi daur ulang ini bukanlah satu-satunya alasan mengapa baterai litium buruk untuk lingkungan. Menambang berbagai logam yang dibutuhkan untuk membuat baterai litium juga membutuhkan sumber daya yang sangat besar.
Untuk menambang satu ton litium, butuh sekitar 500.000 galon (2.273.000 liter) air. Di Atacama Salt Flats yang terletak di Chili, litium dikaitkan pada berkurangnya vegetasi, suhu harian lebih panas, dan meningkatnya kondisi kering di daerah resapan air.
Hanya ada sekitar 5% baterai Li yang didaur ulang secara global, artinya kebanyakan baterai ini akan menjadi sampah.
Tapi seiring dengan meningkatnya permintaan akan mobil listrik, dan seperti yang telah diprediksikan, dorongan untuk mendaur ulang lebih banyak baterai litium kemudian ditujukan pada industri baterai dan kendaraan bermotor.
Kelemahan di sisi daur ulang ini bukanlah satu-satunya alasan mengapa baterai litium buruk untuk lingkungan. Menambang berbagai logam yang dibutuhkan untuk membuat baterai litium juga membutuhkan sumber daya yang sangat besar.
Untuk menambang satu ton litium, butuh sekitar 500.000 galon (2.273.000 liter) air. Di Atacama Salt Flats yang terletak di Chili, litium dikaitkan pada berkurangnya vegetasi, suhu harian lebih panas, dan meningkatnya kondisi kering di daerah resapan air.
(wbs)
Lihat Juga :