Penjualan Mobil Sulit Tembus 1 Juta Unit di 2024, Toyota Beberkan Alasannya
Selasa, 10 September 2024 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Apabila penjualan mobil domestik masih menunjukkan angka tersebut, Anton memprediksi penjualan roda empat di dalam negeri maksimal mencapai 900 ribu unit tahun ini.
"Kita lihat penjualan sampai Juli, kemudian Agustus meskipun tidak turun tapi masih stabil. Kita lihat market Agustus dan bulan sebelumnya agak mirip. Hitung hitungan kita kayaknya agak sulit mencapai 1 juta, ya harapannya mencapai 900 ribu lah," ungkapnya.
Sebagai informasi, pada semester satu 2024 penjualan mobil di Indonesia hanya 561.772 unit. Angka tersebut turun 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana penjualan mobil mencapai 702.144 unit.
Baca Juga: Toyota Raize hanya Dapat 1 Bintang dari NCAP saat Uji Benturan
"Kita lihat penjualan sampai Juli, kemudian Agustus meskipun tidak turun tapi masih stabil. Kita lihat market Agustus dan bulan sebelumnya agak mirip. Hitung hitungan kita kayaknya agak sulit mencapai 1 juta, ya harapannya mencapai 900 ribu lah," ungkapnya.
Sebagai informasi, pada semester satu 2024 penjualan mobil di Indonesia hanya 561.772 unit. Angka tersebut turun 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana penjualan mobil mencapai 702.144 unit.
Mengapa Penjualan Mobil di 2024 Masih Lesu?
1. Penjualan Semester Pertama yang Lesu
Penjualan mobil di Indonesia pada semester pertama 2024 hanya mencapai 561.772 unit, turun 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penyebabnya berbagai faktor seperti kenaikan suku bunga, inflasi, dan ketidakpastian ekonomi global.2. Stagnasi Penjualan di Juli dan Agustus
Meskipun penjualan mobil di Juli dan Agustus tidak mengalami penurunan, angka penjualannya masih cenderung stagnan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan belum pulih sepenuhnya dan masih ada ketidakpastian di pasar.Baca Juga: Toyota Raize hanya Dapat 1 Bintang dari NCAP saat Uji Benturan
3. Tidak Adanya Stimulus Pemerintah
Pemerintah tampaknya tidak akan memberikan stimulus baru di sektor otomotif tahun ini, seperti insentif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) yang pernah diterapkan sebelumnya. Hal ini dapat mengurangi daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan penjualanmobil.(dan)
Lihat Juga :