Sistem Kerja dan Teknologi Kereta IKN yang Dilaporkan Sering Mogok
Senin, 18 November 2024 - 20:33 WIB
loading...
A
A
A
Pembuatan ART berasal dari ide yang menggabungkan, antara elemen-elemen dari light rapid trasit (LRT) yang memiliki dua bagian kepala dan bus rapid transit (BRT) yang memiliki roda ban, dengan teknologi berbasis listrik dan otonom untuk menciptakan moda transportasi yang lebih fleksibel, efisien, dan ramah lingkungan.
Dengan memanfaatkan sensor canggih, ART dapat berjalan di jalan umum tanpa rel fisik, seperti pada kereta api tradisional. Hal ini menjadikan ART lebih mudah dan murah untuk diimplementasikan.
Cara bekerja kereta ART adalah dengan melintasi jalan biasa –sama seperti kendaraan lain misalnya mobil. Bedanya, ART ini memakai ban yang terbuat dari karet.
Lalu, jalan-jalan yang akan dilewati akan dilukis garis putih. Jadi, Autonomous Rail Rapid Transit hanya mengikuti ke mana garis tersebut mengarah.
Selain itu, Autonomous Rail Rapid Transit merupakan kereta listrik dengan panjang mencapai 30 meter. Menurut penciptanya, dapat digunakan untuk menempuh jarak lebih dari 40 kilometer.
Dengan memanfaatkan sensor canggih, ART dapat berjalan di jalan umum tanpa rel fisik, seperti pada kereta api tradisional. Hal ini menjadikan ART lebih mudah dan murah untuk diimplementasikan.
Cara bekerja kereta ART adalah dengan melintasi jalan biasa –sama seperti kendaraan lain misalnya mobil. Bedanya, ART ini memakai ban yang terbuat dari karet.
Lalu, jalan-jalan yang akan dilewati akan dilukis garis putih. Jadi, Autonomous Rail Rapid Transit hanya mengikuti ke mana garis tersebut mengarah.
Selain itu, Autonomous Rail Rapid Transit merupakan kereta listrik dengan panjang mencapai 30 meter. Menurut penciptanya, dapat digunakan untuk menempuh jarak lebih dari 40 kilometer.
Lihat Juga :