Kejar Lolos Emisi Euro 7, Mazda Siapkan Mesin Baru SkyAvtiv Z

Jum'at, 22 November 2024 - 20:35 WIB
loading...
Kejar Lolos Emisi Euro...
Mazda Siapkan Mesin Baru SkyAvtiv Z. FOTO/ DOK SINDOnews
A A A
TOKYO - Pada awal November lalu, Mazda dikabarkan tengah mengembangkan mesin generasi baru lainnya yang dikenal dengan nama SkyActiv Z.

BACA JUGA - Mazda CX-50 Resmi Meluncur, Ini yang Bikin Beda dengan Mazda CX-5

Mesin ini akan menggantikan mesin lama yang digunakan seperti mesin SkyActiv G dan SkyActiv X yang gagal meraih popularitas di pasar utama Mazda di Amerika.

Terungkapnya rencana Mazda ini dilakukan setelah media menemukan beberapa pemberitaan rencana bisnis dan laporan keuangan Mazda. Dalam laporan yang sama terdapat istilah mesin baru bernama mesin SkyActiv Z yang akan diproduksi dalam varian 4 silinder dan juga 6 silinder.

Seperti dilansir dari Carscoops, Mazda merupakan salah satu perusahaan otomotif yang masih fokus dan mengembangkan mesin pembakaran dalam selain Toyota dan Subaru untuk pasar Jepang. Faktanya penelitian dan pengembangan Mazda juga terlihat dengan pengembangan mesin unik seperti mesin rotari

Pada proses pembakaran bahan bakar dan udara di dalam mesin, proses ini berlangsung dalam waktu yang sangat singkat yaitu hanya sekitar 2 milidetik untuk campuran ini terbakar pada kecepatan 6000 RPM. Selang waktu yang sangat singkat agar 90% adonan dapat terbakar sempurna

Agar setiap satu molekul bahan bakar atau bensin dapat terbakar sempurna, dibutuhkan sekitar 14,7 molekul udara untuk terbakar dalam kondisi stoikiometri. Persamaan pembakarannya adalah sebagai berikut:

25 O2 + 2 C8H18 → 16 CO2 + 18 H2O + energi

Perbandingan 14,7 : 1 ini merupakan perbandingan dasar, dan jika dapat dicapai maka pembakaran ini disebut pembakaran λ (lambda).

Pada saat pembakaran λ (lambda), perbandingan udara dan bahan bakar sangat ideal dan efisien, mampu secara efektif mengurangi emisi gas karbon dioksida dan polutan lainnya. Namun dalam kondisi berkendara sehari-hari, situasi ideal tersebut sangat sulit dicapai

Biasanya mesin akan mencoba beroperasi pada rasio udara:bahan bakar mendekati 14,7:1. Misalnya perbandingan antara 13 – 14 :1. Jika perbandingan udara 13, maka hitungan λ (lambda) adalah 13/14.7 = lambda 0.88

Jika nilai lambdanya lebih kecil dari angka 1, berarti pembakarannya menggunakan pembakaran campuran kaya, yaitu perbandingan bahan bakar lebih banyak dibandingkan udara yang digunakan. Campuran kaya biasanya digunakan pada RPM tinggi, saat tenaga mesin dibutuhkan dan pada pagi hari yang dingin

Misalnya, mesin SkyActiv G akan beroperasi pada campuran bahan bakar yang hampir kaya.

Namun untuk mesin SkyActiv X akan beroperasi dengan rasio udara : bahan bakar yang lebih tinggi, hingga 40:1. Jadi hitungan lambda pembakaran mesin ini adalah 2,72, artinya mesin ini beroperasi dalam keadaan pembakaran ramping, bahan bakar yang digunakan hanya sedikit.

Namun mesin ini dapat beroperasi dengan bantuan proses pembakaran bensin yang mirip dengan pembakaran solar yang disebut Homogeneous Charge Compression Ignition (HCCI). Namun pembakaran ini sangat sulit dilakukan dan hanya akan terjadi pada kondisi yang benar-benar ideal

Agar mesin SkyActiv X ini dapat beroperasi, Mazda membutuhkan sistem supercharge untuk menyuplai udara dalam jumlah besar ke mesin ini. Keadaan ini menyebabkan perancangan mesin menjadi sangat rumit. Bahkan mesin SkyActiv X juga kurang populer di Amerika yang merupakan pasar utama Mazda

Maka Mazda memilih mengembangkan mesin baru bernama SkyActiv Z yang dapat beroperasi dengan rasio 14,7 : 1 sepanjang waktu baik pada RPM rendah, sedang, atau tinggi. Bahkan mesin ini juga bisa menjadi mesin berperforma tinggi dan sekaligus rendah emisi karbon dioksida.

Target Mazda adalah memastikan mesin terbaru 4 dan 6 silinder lolos uji emisi EPA Tier 4 di Amerika dan juga Euro 7 untuk pasar kontinental Eropa.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Apple Menguji iPhone...
Apple Menguji iPhone Lipat seperti Samsung Galaxy Z Flip?
Rekomendasi
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Aliansi Mahasiswa Menjawab...
Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak Penguatan Pasal 33 UUD 1945 Hadapi Tantangan Global
Chicco Jerikho dan Marsha...
Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Ungkap Tantangan Beradu Akting di Sinetron Terlanjur Mencintaimu
Berita Terkini
Rapor Penjualan Wuling...
Rapor Penjualan Wuling 1 Dekade Terakhir, Mampukah Aira Mengembalikan Takhta?
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
Perempuan Indonesia...
Perempuan Indonesia 27 Tahun Jadi Sopir Bus di Jepang: Bagaimana Ia Lolos Seleksi Ketat Tokyu Bus?
Modifikator Indonesia...
Modifikator Indonesia Ini Dapat Penghargaan Tertinggi IMI, Ini Sosoknya!
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
Hyundai Hadirkan Powertrain...
Hyundai Hadirkan Powertrain Lengkap di GIIAS 2026
Infografis
7 Miliarder Baru yang...
7 Miliarder Baru yang Kekayaannya Meroket Berkat AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved