Nissan Sekarat, Gabung dengan Honda Jadi Solusi Lawan Kebangkitan Mobil China!
Sabtu, 30 November 2024 - 19:42 WIB
loading...
Makoto Uchida, presiden dan CEO Nissan Motor dan Toshihiro Mibe, presiden dan CEO Honda Motor, menghadiri konferensi pers bersama mereka di Tokyo. Foto: Reuters
A
A
A
JEPANG - Pabrikan Jepang terus membuka kemungkinan koalisi untuk melawan pesatnya kemajuan teknologi mobil dari China.
Dua rakasasa otomotif Jepang yang jadi rival dari Toyota, berencana meringankan beban perusahaan dengan cara bergabung. Mereka adalah Honda dan Nissan.
Nissan saat ini dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Pabrikan mobil senilai USD9 miliar (Rp135 triliun) itu sedang melakukan berbagai perombakan darurat. Bahkan sudah disebut-sebut sekarat.
Honda memang lebih baik. Pabrikan dengan valuasi USD40 miliar (sekitar Rp600 triliun) itu juga di bawah standar.
Menggabungkan kedua perusahaan akan memberikan ruang untuk memangkas biaya, meningkatkan pendapatan, dan berinvestasi lebih efisien dan efektif dalam kendaraan listrik dan teknologi lainnya.
Rencana perubahan haluan CEO Nissan Makoto Uchida melibatkan pemotongan 9.000 pekerjaan dan 20% kapasitas manufaktur.
Dua rakasasa otomotif Jepang yang jadi rival dari Toyota, berencana meringankan beban perusahaan dengan cara bergabung. Mereka adalah Honda dan Nissan.
Nissan saat ini dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Pabrikan mobil senilai USD9 miliar (Rp135 triliun) itu sedang melakukan berbagai perombakan darurat. Bahkan sudah disebut-sebut sekarat.
Honda memang lebih baik. Pabrikan dengan valuasi USD40 miliar (sekitar Rp600 triliun) itu juga di bawah standar.
Menggabungkan kedua perusahaan akan memberikan ruang untuk memangkas biaya, meningkatkan pendapatan, dan berinvestasi lebih efisien dan efektif dalam kendaraan listrik dan teknologi lainnya.
Rencana perubahan haluan CEO Nissan Makoto Uchida melibatkan pemotongan 9.000 pekerjaan dan 20% kapasitas manufaktur.
Lihat Juga :