Mengenal e-POWER, Teknologi Andalan All-new Nissan Kicks e-POWER di Indonesia
Selasa, 01 September 2020 - 15:29 WIB
loading...
A
A
A
Bedanya, all-new Nissan Kicks e-POWER tidak perlu dicolok ke pengisi daya eksternal dan tidak bergantung sepenuhnya pada baterai.
Bisa dibilang e-POWER melebur fitur terbaik antara mobil hybrid dan mobil listrik. Tenaga dan akselerasinya responsif, tapi juga mulus seperti mobil listrik. Sebab, sama seperti mobil listrik, tenaga atau penggerak e-POWER sepenuhnya mengandalkan output dari motor listrik.
Sedangkan eksperiens berkendara mobil hybrid tidak jauh beda dengan mobil konvensional lantaran mesin bensin lebih banyak mengambil peran dibanding motor listrik. BACA JUGA:Tersedia 100 Unit, Nissan Livina 'Sporty Package' Hadir di Indonesia
Cara kerja e-POWER cukup sederhana. Mesin bensin terhubung ke power generator, berlanjut ke baterai dengan high-output, inverter (pengubah arus, karena e-POWER juga memiliki kemampuan regenerative energy yang dipanen dari sistem pengereman), baru ke motor listrik yang menggerakkan roda.
![Mengenal e-POWER, Teknologi Andalan All-new Nissan Kicks e-POWER di Indonesia]()
Cara kerja teknologi e-POWER yang berbeda dibandingkan mesin hybrid konvensional maupun kendaraan listrik murni (EV).
Jadi, alih-alih menggerakkan roda, fungsi mesin bensin justru untuk mengisi daya baterai. Dan itu berdampak pada konsumsi bahan bakar yang sangat irit. Sebagai contoh, Nissan Note e-POWER yang menggendong mesin berkapasitas 1,2 liter memiliki konsumsi BBM 37,4 km/liter.
Begitu canggihnya teknologi e-POWER, sudah banyak penghargaan yang di dapat. Salah satunya dari Energy Conservation Center Japan (ECCJ), organisasi yang didukung Kementerian Perekonomian, Perdagangan, dan Industri Jepang, pada 2017.
Dan sejak dikenalkan di Jepang pada 2016, 70 persen penjualan Nissan Note dan hampir 50 persen penjualan Nissan Serena sudah dilengkapi teknologi e-POWER.
Bisa dibilang e-POWER melebur fitur terbaik antara mobil hybrid dan mobil listrik. Tenaga dan akselerasinya responsif, tapi juga mulus seperti mobil listrik. Sebab, sama seperti mobil listrik, tenaga atau penggerak e-POWER sepenuhnya mengandalkan output dari motor listrik.
Sedangkan eksperiens berkendara mobil hybrid tidak jauh beda dengan mobil konvensional lantaran mesin bensin lebih banyak mengambil peran dibanding motor listrik. BACA JUGA:Tersedia 100 Unit, Nissan Livina 'Sporty Package' Hadir di Indonesia
Cara kerja e-POWER cukup sederhana. Mesin bensin terhubung ke power generator, berlanjut ke baterai dengan high-output, inverter (pengubah arus, karena e-POWER juga memiliki kemampuan regenerative energy yang dipanen dari sistem pengereman), baru ke motor listrik yang menggerakkan roda.

Cara kerja teknologi e-POWER yang berbeda dibandingkan mesin hybrid konvensional maupun kendaraan listrik murni (EV).
Jadi, alih-alih menggerakkan roda, fungsi mesin bensin justru untuk mengisi daya baterai. Dan itu berdampak pada konsumsi bahan bakar yang sangat irit. Sebagai contoh, Nissan Note e-POWER yang menggendong mesin berkapasitas 1,2 liter memiliki konsumsi BBM 37,4 km/liter.
Begitu canggihnya teknologi e-POWER, sudah banyak penghargaan yang di dapat. Salah satunya dari Energy Conservation Center Japan (ECCJ), organisasi yang didukung Kementerian Perekonomian, Perdagangan, dan Industri Jepang, pada 2017.
Dan sejak dikenalkan di Jepang pada 2016, 70 persen penjualan Nissan Note dan hampir 50 persen penjualan Nissan Serena sudah dilengkapi teknologi e-POWER.
Lihat Juga :