Harley Davidson Banting Harga Imbas Tarif Impor AS

Senin, 07 April 2025 - 16:08 WIB
loading...
A A A
Untuk sepeda motor yang lebih besar dari 1.600 cc, pengurangannya bahkan lebih besar.

Bea masuk untuk barang setengah jadi (SKD) diturunkan dari 25% menjadi 20%, sedangkan barang jadi yang sudah jadi (CKD) sekarang dikenakan pajak sebesar 10%, bukan lagi 15%.

Dengan pemotongan ini, sepeda motor Harley-Davidson di India kemungkinan akan menjadi lebih terjangkau, membuatnya dapat diakses oleh basis pelanggan yang lebih luas dan berpotensi meningkatkan penjualan dan pangsa pasar merek tersebut.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2025-26, pemerintah telah memperkenalkan Pajak Infrastruktur dan Pembangunan Pertanian (AIDC) atas impor kendaraan roda dua, baik dalam bentuk CBU, SKD, maupun CKD.

Langkah ini dipandang sebagai upaya pemerintah India untuk menciptakan persaingan yang setara bagi produsen asing dengan mengurangi hambatan tarif di sektor-sektor di mana India memiliki rantai pasokan yang kuat, kata Saurabh Agarwal, Partner & Automotive Tax Leader di EY, kepada The Hindu BusinessLine .

Seperti diketahui, Harley Davidson telah meluncurkan sepeda motor satu silinder X440 di India bekerja sama dengan Hero MotoCorp. Debut perdana melalui model X440 diharapkan melahirkan varian lain untuk diekspor ke luar India .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
China Pamer Senjata...
China Pamer Senjata Laser Portabel yang Dipasang di Mobil Pickup
PULS Peluncur Roket...
PULS Peluncur Roket Canggih dengan Kemampuan di Atas Rata-rata
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Rekomendasi
Kilau Emas Antam Meredup,...
Kilau Emas Antam Meredup, Hari Ini Turun Lagi Rp20.000 per Gram
Akan Atur Royalti Dalam...
Akan Atur Royalti Dalam UU, Baleg DPR: Karya Jurnalistik juga Miliki Hak Cipta
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Berita Terkini
Mengungkap Teknologi...
Mengungkap Teknologi Tanpa Kemudi Tesla Cybercab yang Tak Dimiliki China
10 Merek Baru GIIAS...
10 Merek Baru GIIAS 2026: Leapmotor sampai Truk Farizon, Siapa Saja?
GIIAS 2026 Digelar 30...
GIIAS 2026 Digelar 30 Juli9 Agustus, Diklaim Terbesar di Asia Tenggara!
Terjual 800 Unit, Rahasia...
Terjual 800 Unit, Rahasia Jetour T1 Bikin Pembeli Pilih Hybrid Ketimbang Bensin
Jaecoo Perluas Jaringan...
Jaecoo Perluas Jaringan ke Makassar dan Solo, Kejar Target 80 Dealer Akhir Tahun
Supercar Zenvo Aurora...
Supercar Zenvo Aurora Tur Bermesin V12 Tenaga hingga 1.876 hp
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved