Rp705 Triliun Bisa Beli Apa? Akio Toyoda Pilih Pabrik Sendiri, Mengapa?

Jum'at, 02 Mei 2025 - 11:30 WIB
loading...
Rp705 Triliun Bisa Beli...
Walau sudah tidak menjabat sebagai CEO, tapi Akio Toyoda masih memiliki peran krusial. Foto: Reuters
A A A
JAKARTA - Manuver korporasi yang mengguncang lanskap bisnis Jepang terkuak. Akio Toyoda, sang nahkoda karismatik yang kini menjabat sebagai Chairman Toyota Motor Corp., dikabarkan tengah melayangkan proposal akuisisi dramatis terhadap Toyota Industries Corp.

Ini langkah berani untuk memperkokoh cengkeramannya pada imperium bisnis raksasa yang telah ia warisi. Di tengah gelombang merger dan akuisisi yang melanda Negeri Sakura, langkah ini bagai petir di siang bolong: menyimpan potensi perubahan besar dalam peta industri otomotif global.

Menurut sumber Bloomberg, proposal yang diajukan oleh cucu pendiri Toyota ini menilai Toyota Industries, sang pemasok komponen otomotif dan juga produsen alat tenun tekstil legendaris, ditawar sebesar 6 triliun yen atau setara dengan USD42 miliar (Rp705.768 triliun).

Angka yang fantastis ini bahkan 40% lebih tinggi dari kapitalisasi pasar Toyota Industries pada penutupan perdagangan Jumat (25/4/2025).

Toyota Industries, perusahaan yang memiliki akar sejarah yang mendalam dalam keluarga Toyoda – didirikan oleh kakek buyut Akio, Sakichi Toyoda, yang inovasi alat tenunnya menjadi cikal bakal lahirnya produsen mobil nomor satu di dunia – tidak tinggal diam.

Mereka dikabarkan telah membentuk komite khusus untuk menelisik secara mendalam proposal akuisisi yang menggemparkan ini. Tak hanya itu, mereka juga disebut-sebut telah menunjuk penasihat keuangan untuk mengkaji kelayakan rencana buyout yang berpotensi mengubah wajah grup Toyota secara keseluruhan.

Meskipun Akio Toyoda menduduki kursi Chairman yang prestisius di Toyota Motor, kepemilikan saham pribadinya di perusahaan raksasa tersebut terbilang minoritas: kurang dari 1%. Ironisnya, Toyota Industries justru memegang 9,1% saham di perusahaan pembuat mobil yang mereka suplai. Sebuah paradoks kepemilikan yang mungkin menjadi salah satu pendorong utama langkah konsolidasi ini.

Langkah akuisisi ini, jika berhasil, akan memperkuat secara signifikan kepemilikan dan pengaruh Akio Toyoda atas seluruh ekosistem bisnis Toyota yang luas. Bukan hanya mencakup para pemasok vital, tetapi juga kepemilikan saham di berbagai bisnis lain, termasuk ironisnya, beberapa perusahaan pembuat mobil pesaing.

Ini strategi masterplan untuk mengamankan hegemoni Toyota di kancah otomotif global.

Kesepakatan ini berpotensi menjadi salah satu pembelian terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah korporasi global. Namun, diskusi masih berada dalam tahap awal, dan tidak ada jaminan bahwa kesepakatan ini akan terwujud dalam bentuknya saat ini, atau bahkan terwujud sama sekali.

Menanggapi spekulasi yang kian liar, Toyota Motor dalam pernyataan resminya menyatakan bahwa mereka "sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk investasi parsial di Toyota Industries, tetapi belum ada yang diputuskan."

Proposal ambisius dari Akio Toyoda ini muncul hanya beberapa bulan setelah kegagalan tawaran serupa untuk mengakuisisi perusahaan ritel terkemuka Jepang, Seven & i Holdings Co. Kegagalan yang dipimpin oleh keluarga pendiri Ito tersebut, akibat kekurangan pendanaan, justru membuka peluang pengambilalihan oleh pesaing asal Kanada, Alimentation Couche-Tard Inc. Sebuah preseden yang mengingatkan betapa rapuhnya sebuah kesepakatan besar tanpa dukungan finansial yang solid.

Akio Toyoda, kini berusia 68 tahun, telah mengundurkan diri dari kursi Chief Executive Officer Toyota Motor pada 2023 setelah memimpin bisnis keluarga tersebut selama 14 tahun yang penuh gejolak dan inovasi. Jabatan puncak itu kini diemban oleh Koji Sato, bos Lexus. Namun, pengaruh cucu pendiri perusahaan mobil tersebut diyakini masih sangat kuat di balik layar.

Baca Juga:

Meskipun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, dukungan pemegang saham Toyota Motor terhadap Akio Toyoda menunjukkan tren penurunan mengkhawatirkan. Lebih dari seperempat suara yang diberikan menentang pengangkatannya kembali, sebagian besar dipicu oleh penanganan kontroversi sertifikasi keselamatan kendaraan oleh perusahaan.

Dengan nilai pasar mencapai 42,5 triliun yen, Toyota kini menduduki posisi sebagai perusahaan otomotif paling berharga kedua di dunia, tepat di bawah dominasiTeslaInc.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Volkswagen Group Akan...
Volkswagen Group Akan Hentikan Produksinya Setengah pada 2030
Hyundai Pamer Ioniq...
Hyundai Pamer Ioniq V Berdesain Cyberpunk dengan Jarak Tempuh 620 km
Bentley Siap Luncurkan...
Bentley Siap Luncurkan Mobil Listrik Pertamanya September Tahun Ini
Risiko Berkendara Jarak...
Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Mobil Listrik Selain Kehabisan Baterai
Melihat Langsung Dapur...
Melihat Langsung Dapur Perakitan Baterai Wuling di Liuzhou China!
Strategi BYD Kuasai...
Strategi BYD Kuasai Pasar Otomotif yang Wajib Diwaspadai Jepang
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Rekomendasi
Semifinal Piala Dunia...
Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol, Inggris Tantang Argentina, Siapa Menang?
Argentina Bentrok Inggris...
Argentina Bentrok Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
AEI Golf Tournament...
AEI Golf Tournament 2026 Resmi Dibuka, 144 Pegolf Ambil Bagian
Berita Terkini
Volkswagen Group Akan...
Volkswagen Group Akan Hentikan Produksinya Setengah pada 2030
Yamaha Aerox E Murni...
Yamaha Aerox E Murni Bertenaga Listrik Resmi Diluncurkan
Hadir dan Sapa Masyarakat...
Hadir dan Sapa Masyarakat Batam, ACC Carnival Tebar Promo Menarik
Ngegas Naik Changan...
Ngegas Naik Changan Deepal S05 Jakarta- Ciletuh, Ternyata Begini Rasanya
Kenapa BAIC Taruh Setengah...
Kenapa BAIC Taruh Setengah Nasib 2026 di Tangan T1?
Berteknologi 3D Bespoke...
Berteknologi 3D Bespoke Scan, Otoproject Kenalkan Karpet Bisa Lakukan Pemetaan
Infografis
6 Penyakit Apa Saja...
6 Penyakit Apa Saja yang Bisa Disembuhkan dengan Daun Kelor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved