Sinergikan Perguruan Tinggi dan Industri, Ditjen DIKTI Ciptakan Platform Kedai Reka

Senin, 07 September 2020 - 13:59 WIB
loading...
Sinergikan Perguruan...
Kedai Reka adalah platform digital yang dapat mempertemukan sekaligus menghubungkan antara perguruan tinggi dengan industri. FOTO/ SINDOnews
A A A
JAKARTA - Tak bisa dipungkiri, hubungan antara industri dan perguruan tinggi di Tanah Air belum terjalin dengan baik. Padahal, sinergi antara keduanya dapat memaksimalkan banyak potensi yang ada di Indonesia.

Berangkat dari pengalaman tersebut, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen DIKTI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Perguruan Tinggi (Kemendikbud), berupaya menyinergikan keduanya dengan membangun ekosistem reka cipta. BACA JUGA - Jam Tangan Misterius Kurt Cobain yang Tak Banyak Orang Tahu

“Transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja, harus membuat sinergi untuk menyiapkan masa depan,” jelas Nizam, Direktur Jenderal Kemendikbud, saat FGD (Focus Group Discussion) yang diselenggarakan Dirjen DIKTI dan SWA Group, di Hotel Fairmont Jakarta, Senin (7/9/2020).. BACA JUGA - Cara Cek BLT Gaji di Bawah Rp5 Juta Lewat WhatsApp dan SMS

Berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, riset reka cipta merupakan tujuan dari perguruan tinggi yang melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki semangat kemandirian, inovatif, kompetitif dan solutif bagi masyarakat.

Dengan landasan tersebut, perlu terciptanya Kampus Merdeka yang merupakan pola baru dalam sistem pembelajaran pendidikan tinggi di Indonesia, sehingga beberapa hal perlu disesuaikan dalam menghadapi perubahan zaman seperti kurikulum, sistem teknologi informasi, dan lainnya.

“Untuk mbangun ekosistem itu, harus kita merdekakan kerja sama industri dan perguruan tinggi. Semua kampus dan industri nantinya punya akses untuk berdialog,” timpal Ahmad Aditya, Koordinator Tim Akselerasi Reka Cipta, di tempat yang sama.

Terciptanya keterkaitan antara kampus dengan dunia industri, maka akan ada keterikatan antara riset reka cipta di perguruan tinggi dengan industri dan kebutuhan masyarakat.

“Tak hanya kampus dan industri, diharapkan komunitas lokal atau masyarakat mampu terimplikasi baik secara langsung maupun tidak langsung dari hasil riset reka cipta tersebut,” tambah Nizam.

Demi terealisasinya ekosistem reka cipta, Ditjen DIKTI juga tengah mengembangkan platform digital bermama Kedai Reka.

Kedai Reka adalah platform digital yang dapat mempertemukan sekaligus menghubungkan antara perguruan tinggi dengan industri.

“Rencananya platform ini akan segera kami luncurkan pada Oktober 2020,” kata Nizam.

Di dalam platform tersebut, tidak ada lagi batasan birokrasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat. Artinya, mahasiswa, dosen, masyarakat umum, petani, dan elemen lainnya, dapat berinteraksi dan melakukan sinergi.

“Kami berharap, platform Kedai Reka ini dapat mempertemukan permasalahan nyata di lapangan dengan solusi dari perguruan tinggi,” tutup Nizam.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maksimalkan Teknologi,...
Maksimalkan Teknologi, UBL Gelar Wisuda Online Perdana Periode Gasal 2019/2020
Lestarikan Budaya, Anak...
Lestarikan Budaya, Anak Indonesia Dikenalkan Wayang Lewat Virtual
Jaga Tatib di Jalan...
Jaga Tatib di Jalan Raya, AHMSRTC Jadi Pusat Pelatihan Berkendara
Polres Bekasi Tetapkan...
Polres Bekasi Tetapkan Kepala Sekolah dan Bendahara Tersangka Penggelapan Dana BOS Rp651 Juta
Kejati Geledah Kantor...
Kejati Geledah Kantor Dindik Jatim Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah SMK Rp65 Miliar
2 Pejabat Disdik Sumut...
2 Pejabat Disdik Sumut Terjaring OTT Korupsi Dana BOS, Kejaksaan Sita Rp319 Juta
Rekomendasi
Mesir Ajukan Usulan...
Mesir Ajukan Usulan Gencatan Senjata dan Pertukaran Tahanan Baru
Tawon Hutan Ngamuk di...
Tawon Hutan Ngamuk di Pemandian Citiis Bogor, 1 Tewas Nyebur ke Danau, 10 Orang Disengat
Fadly Alberto Bidik...
Fadly Alberto Bidik Kemenangan di Dua Laga Tersisa Timnas Indonesia U-17
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Impor 32% ke Indonesia, Ini yang Dilakukan BI
Pangeran Harry Ingin...
Pangeran Harry Ingin Menjauh dari Meghan Markle, tapi Tak Tahu ke Mana Harus Pergi
Malam Ini Puncak Arus...
Malam Ini Puncak Arus Balik, ASDP Terapkan TBB di 6 Dermaga Bakauheni
Berita Terkini
CEO Baru Volvo Fokus...
CEO Baru Volvo Fokus ke Pasar Amerika: Produksi Lokal Jadi Kunci Atasi Tarif Impor!
10 jam yang lalu
Lotus Memperkenalkan...
Lotus Memperkenalkan Struktur Baru untuk Eletre dan Emeya
22 jam yang lalu
Industri Otomotif Bakal...
Industri Otomotif Bakal Sekarat, Ini Risiko yang Mengintai AS Terkait Tarif Impor
1 hari yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Diberlakukan, Hyundai Menang Telak
1 hari yang lalu
Ducati Desmo450 MX Mesin...
Ducati Desmo450 MX Mesin 1 Silender 449cc dengan Bobot Ringan
1 hari yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Kubur Niat Orang Beli Mobil Baru
1 hari yang lalu
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved