Jangan Panik Dulu! Hyundai Bongkar Anatomi Baterai Mobil Listrik yang Bisa Jadi Api dalam Sekam!
Rabu, 14 Mei 2025 - 20:35 WIB
loading...
Baterai mobil listrik menjadi sorotan menyusul insiden berasapnya BYD Seal di Jakarta. Foto: Antara
A
A
A
KARAWANG - Baterai, jantung dari setiap mobil listrik, memegang peranan krusial sebagai sumber tenaga utama. Namun, komponen vital ini tengah menjadi sorotan dunia akibat potensi bahayanya: kebakaran yang bisa terjadi secara tiba-tiba, tanpa peringatan!
Hyundai, salah satu pemain utama dalam pasar mobil listrik di Indonesia, tak tinggal diam. Produsen asal Korea Selatan ini bahkan memiliki fasilitas perakitan baterai sendiri, yang memasok kebutuhan untuk Hyundai Kona Electric di dalam negeri dan juga untuk ekspor.
Hyundai Energy Indonesia (HEI), pihak yang bertanggung jawab atas perakitan baterai tersebut, mengaku bertanggung jawab penuh untuk memastikan keamanan setiap komponen sebelum dilepas ke pasaran.
Mereka menyadari betul, kesalahan sekecil apa pun dalam proses perakitan bisa berakibat fatal, memicu masalah pada baterai dan berujung pada kobaran api yang mengerikan.
Arif Radjagukguk, Asisten Manajer Produksi PT Hyundai Energi Indonesia, menyatakan, "Kalau terbakar itu akibat kotor, ada arus anoda dan katoda. Tapi kami sudah memastikan bahwa seluruh baterai yang kami produksi bersih dari kotoran yang menyebabkan arus anoda dan katoda," ujarnya di Karawang, Rabu (14/5/2025). Kata-kata ini bagai penenang di tengah ketakutan yang menghantui para pemilik mobil listrik.
Namun, kekhawatiran publik kembali mencuat seiring dengan viralnya insiden yang menimpa mobil listrik BYD Seal. Kepulan asap tebal keluar dari mobil yang sedang terparkir diduga kuat bersumber dari masalah pada baterainya. Meskipun api belum terlihat, kejadian ini cukup untuk membuat para pengguna kendaraan listrik di Indonesia merasa was-was.
Menanggapi insiden yang mencuri perhatian, Head of Marketing, PR & Government Relations BYD Indonesia, Luther Pandjaitan, memastikan bahwa pihaknya tak akan tinggal diam.
Hyundai, salah satu pemain utama dalam pasar mobil listrik di Indonesia, tak tinggal diam. Produsen asal Korea Selatan ini bahkan memiliki fasilitas perakitan baterai sendiri, yang memasok kebutuhan untuk Hyundai Kona Electric di dalam negeri dan juga untuk ekspor.
Hyundai Energy Indonesia (HEI), pihak yang bertanggung jawab atas perakitan baterai tersebut, mengaku bertanggung jawab penuh untuk memastikan keamanan setiap komponen sebelum dilepas ke pasaran.
Mereka menyadari betul, kesalahan sekecil apa pun dalam proses perakitan bisa berakibat fatal, memicu masalah pada baterai dan berujung pada kobaran api yang mengerikan.
Arif Radjagukguk, Asisten Manajer Produksi PT Hyundai Energi Indonesia, menyatakan, "Kalau terbakar itu akibat kotor, ada arus anoda dan katoda. Tapi kami sudah memastikan bahwa seluruh baterai yang kami produksi bersih dari kotoran yang menyebabkan arus anoda dan katoda," ujarnya di Karawang, Rabu (14/5/2025). Kata-kata ini bagai penenang di tengah ketakutan yang menghantui para pemilik mobil listrik.
Namun, kekhawatiran publik kembali mencuat seiring dengan viralnya insiden yang menimpa mobil listrik BYD Seal. Kepulan asap tebal keluar dari mobil yang sedang terparkir diduga kuat bersumber dari masalah pada baterainya. Meskipun api belum terlihat, kejadian ini cukup untuk membuat para pengguna kendaraan listrik di Indonesia merasa was-was.
Menanggapi insiden yang mencuri perhatian, Head of Marketing, PR & Government Relations BYD Indonesia, Luther Pandjaitan, memastikan bahwa pihaknya tak akan tinggal diam.
Lihat Juga :