Gelombang PHK Kedua Terjang Nissan: 20.000 Pekerja Terancam, Sang Raksasa Otomotif Jepang Berjuang Hidup
Kamis, 15 Mei 2025 - 09:08 WIB
loading...
A
A
A
Seperti para pesaingnya, Nissan juga terhimpit oleh tarif impor AS dan terancam oleh kebangkitan pesat produsen kendaraan listrik China di pasar Asia Tenggara dan wilayah lainnya.
CEO Nissan yang baru, Ivan Espinosa, kini memikul tugas berat untuk membalikkan keadaan perusahaan yang nilai mereknya, yang dulunya begitu perkasa, kini terkikis habis.
“Hasil ini adalah sebuah peringatan keras," ujarnya dalam konferensi pers, mengakui betapa seriusnya situasi yang dihadapi Nissan. Namun, pemulihan instan tampaknya mustahil. Kepala Keuangan (CFO) Jeremie Papin bahkan memprediksi kerugian operasional sebesar 200 miliar yen pada kuartal pertama tahun ini. Sebuah proyeksi suram yang menambah tekanan pada upaya pemulihan.
![Gelombang PHK Kedua Terjang Nissan: 20.000 Pekerja Terancam, Sang Raksasa Otomotif Jepang Berjuang Hidup]()
Para analis menilai bahwa kondisi Nissan saat ini adalah hasil dari strategi bertahun-tahun di bawah mantan CEO Carlos Ghosn, yang terlalu fokus pada volume penjualan dan menggunakan diskon besar-besaran. Strategi ini meninggalkan Nissan dengan jajaran produk yang menua dan kurang kompetitif.
Espinosa menekankan bahwa Nissan harus memprioritaskan perbaikan diri dengan urgensi dan kecepatan yang lebih tinggi, serta bertujuan untuk mencapai profitabilitas dengan mengurangi ketergantungan pada volume penjualan.
CEO Nissan yang baru, Ivan Espinosa, kini memikul tugas berat untuk membalikkan keadaan perusahaan yang nilai mereknya, yang dulunya begitu perkasa, kini terkikis habis.
“Hasil ini adalah sebuah peringatan keras," ujarnya dalam konferensi pers, mengakui betapa seriusnya situasi yang dihadapi Nissan. Namun, pemulihan instan tampaknya mustahil. Kepala Keuangan (CFO) Jeremie Papin bahkan memprediksi kerugian operasional sebesar 200 miliar yen pada kuartal pertama tahun ini. Sebuah proyeksi suram yang menambah tekanan pada upaya pemulihan.

Para analis menilai bahwa kondisi Nissan saat ini adalah hasil dari strategi bertahun-tahun di bawah mantan CEO Carlos Ghosn, yang terlalu fokus pada volume penjualan dan menggunakan diskon besar-besaran. Strategi ini meninggalkan Nissan dengan jajaran produk yang menua dan kurang kompetitif.
Espinosa menekankan bahwa Nissan harus memprioritaskan perbaikan diri dengan urgensi dan kecepatan yang lebih tinggi, serta bertujuan untuk mencapai profitabilitas dengan mengurangi ketergantungan pada volume penjualan.
Lihat Juga :