Baterai Baru Bikin Mobil Listrik Melaju 4.800 KM Sekali Cas, Bikin Mobil Bensin Auto Panas Dingin!
Senin, 02 Juni 2025 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Material ini cenderung memuai saat diisi daya, yang berpotensi menyebabkan kerusakan baterai dan menciptakan risiko keamanan. Masalah-masalah ini telah menghambat penggunaan silikon secara luas meskipun keunggulannya sangat jelas.
Perkembangan krusial ini memungkinkan baterai yang menggunakan anoda silikon untuk dengan aman menyimpan energi sepuluh kali lebih banyak daripada yang mengandalkan grafit.
Ini bukan hanya peningkatan bertahap—ini adalah pengubah permainan (game-changer)! Implikasinya bagi kendaraan listrik saja sudah sangat mendalam. Bayangkan mengemudi jarak yang sebanding dengan mobil bertenaga bensin tradisional tanpa perlu sering mengisi daya.
Profesor Park menekankan potensi ini di situs web POSTECH, menjelaskan, “Penelitian ini memiliki potensi untuk secara signifikan meningkatkan kepadatan energi baterai lithium-ion melalui penggabungan material anoda berkapasitas tinggi, sehingga memperpanjang jangkauan jelajah kendaraan listrik.” Park lebih lanjut mencatat, “Material anoda berbasis silikon berpotensi meningkatkan jangkauan jelajah setidaknya sepuluh kali lipat.”
1. China: Para peneliti di China sedang mengerjakan baterai berbasis natrium, yang bertujuan untuk menjadi alternatif yang lebih murah dan lebih mudah diakses dibandingkan litium. Inovasi ini dapat membuat mobil listrik lebih terjangkau dan mudah diakses secara global, terutama di wilayah dengan sumber daya litium terbatas.
Terobosan Revolusioner: Solusi Keamanan dan Kapasitas Baterai
Kini, sebuah lompatan besar telah tercapai! Profesor Soojin Park dan Youn Soo Kim dari Pohang University of Science & Technology (POSTECH), berkolaborasi dengan Profesor Jaegeon Ryu dari Sogang University, berhasil mengatasi kelemahan silikon. Tim mereka mengembangkan material pengikat (binder) inovatif yang secara efektif mencegah silikon memuai selama pengisian daya.Perkembangan krusial ini memungkinkan baterai yang menggunakan anoda silikon untuk dengan aman menyimpan energi sepuluh kali lebih banyak daripada yang mengandalkan grafit.
Ini bukan hanya peningkatan bertahap—ini adalah pengubah permainan (game-changer)! Implikasinya bagi kendaraan listrik saja sudah sangat mendalam. Bayangkan mengemudi jarak yang sebanding dengan mobil bertenaga bensin tradisional tanpa perlu sering mengisi daya.
Profesor Park menekankan potensi ini di situs web POSTECH, menjelaskan, “Penelitian ini memiliki potensi untuk secara signifikan meningkatkan kepadatan energi baterai lithium-ion melalui penggabungan material anoda berkapasitas tinggi, sehingga memperpanjang jangkauan jelajah kendaraan listrik.” Park lebih lanjut mencatat, “Material anoda berbasis silikon berpotensi meningkatkan jangkauan jelajah setidaknya sepuluh kali lipat.”
Inovasi Baterai Global: Perang Teknologi Menuju Masa Depan Hijau
POSTECH tidak sendirian dalam mendorong kemajuan teknologi baterai. Para ilmuwan dan perusahaan di seluruh dunia terlibat dalam upaya serupa, masing-masing mengejar pendekatan yang berbeda namun tak kalah menarik.1. China: Para peneliti di China sedang mengerjakan baterai berbasis natrium, yang bertujuan untuk menjadi alternatif yang lebih murah dan lebih mudah diakses dibandingkan litium. Inovasi ini dapat membuat mobil listrik lebih terjangkau dan mudah diakses secara global, terutama di wilayah dengan sumber daya litium terbatas.
Lihat Juga :