Dari Puncak Kejayaan Hingga Jurang Kebangkrutan, Nissan Jual Kantor Pusat di Yokohama

Rabu, 04 Juni 2025 - 11:00 WIB
loading...
Dari Puncak Kejayaan...
Kantor pusat Nissan di Yohokama yang rencananya akan dijual. Foto: ist
A A A
YOKOHAMA - Kisah kejayaan dan kejatuhan di dunia otomotif kembali terukir, kali ini dari markas besar Nissan. Di tengah badai finansial yang tak berkesudahan, Nissan dikabarkan bersiap untuk menjual kantor pusatnya di Yokohama. Sebuah langkah putus asa yang tak hanya menjadi sinyal krisis, melainkan juga simbol akhir tragis warisan Carlos Ghosn yang kini hancur berantakan.

Masih ingatkah Anda pada Carlos Ghosn? Bagi sebagian kalangan, arsitek Aliansi Renault-Nissan (dan kemudian Renault-Nissan-Mitsubishi) ini adalah legenda otomotif. Namun, mungkin Anda justru lebih mengingatnya sebagai eksekutif yang ditangkap di Tokyo, dilarang meninggalkan negara, dan didakwa dengan berbagai tuduhan pelanggaran. Pelariannya yang dramatis dan kepulangannya ke Lebanon, tanah leluhurnya, adalah kisah yang layak diangkat ke layar lebar.

Perusahaan ini secara resmi memasuki wilayah keputusasaan. Automotive News, mengutip Nikkei dan sumber lain, melaporkan bahwa kantor pusat mereka di Yokohama — "rumah yang dibangun oleh Carlos Ghosn" — bisa jadi akan dijual.

Nissan Mencari 'Penyewa' dan 'Jalan Penyelamat': Harga Fantastis yang Tak Cukup Menolong!
Dari Puncak Kejayaan Hingga Jurang Kebangkrutan, Nissan Jual Kantor Pusat di Yokohama

Menara yang dibuka langsung oleh Ghosn pada 2009 ini, dilaporkan bernilai USD670 juta (sekitar Rp10,72 triliun). Jika Nissan berhasil menemukan pembeli, perusahaan berencana untuk menyewa kembali ruang kantor agar dapat terus beroperasi di gedung tersebut. Secara jujur, ketika melihat berapa nilai kantor pusat tersebut, terasa cukup rendah untuk sebuah bangunan berusia 16 tahun di kota terbesar kedua di Jepang.

Terlepas dari itu, uang USD670 juta jelas tidak akan menyelamatkan seluruh bisnis Nissan. Perusahaan ini merugi USD4,5 miliar (sekitar Rp72 triliun) tahun lalu dan harus melakukan refinancing utang lebih dari USD5 miliar (sekitar Rp80 triliun) pada tahun 2026.

CEO Ivan Espinosa, yang mengambil alih jabatan puncak di pabrikan mobil ini bulan lalu, kini mewarisi pekerjaan berat. Penjualan global Nissan telah anjlok drastis sejak pandemi. Tujuan utamanya sekarang adalah merampingkan perusahaan melalui PHK dan penutupan pabrik, menghilangkan kapasitas produksi berlebih, dan menargetkan penjualan tahunan antara 2-3 juta kendaraan. Ia juga harus menghadapi situasi tarif yang tidak terduga, yang mengikis fleksibilitas global yang dulunya menjadi kekuatan Nissan.

Terlambat Sudah? Rencana 'Re:Nissan' dan Masa Depan yang Kelam

Rencana Espinosa, yang dijuluki "Re:Nissan," menggabungkan penjualan aset besar-besaran dengan pemangkasan karyawan.

Baca Juga: Praga Bohema Supercar Berjantung Pacu Nissan GT-R

Nissan sangat membutuhkan merger dengan Honda. Sepuluh tahun ke depan dalam industri otomotif kemungkinan besar akan menjadi kejam dan kacau, dengan para produsen mobil yang menyeret neraca keuangan yang tertekan harus membuat pilihan yang nyaris eksistensial tentang bagaimana bertahan hidup. Menjual kantor pusat mungkin tidak terhindarkan bagi Nissan, begitu pula langkah-langkah Espinosa lainnya. Namun, ini juga merupakan tanda bahwa keputusan yang jauh lebih sulit mungkin menantididepan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Nissan Qashqai e-Power...
Nissan Qashqai e-Power Menempuh Jarak 1.300 KM dengan Tangki BBM Full
Nissan Mengolok-olok...
Nissan Mengolok-olok Ferrari Luce, Dituding Mirip Leaf Baru
Nissan Tarik Kembali...
Nissan Tarik Kembali 70.000 Mobilnya di China, Ini Masalahnya
11.000 Pekerja Pabrikan...
11.000 Pekerja Pabrikan Mobil Jepang Kena PHK, 7 Pabrik Nissan Ditutup
Daftar Harga Mobil Nissan...
Daftar Harga Mobil Nissan Terbaru Juli 2023
Mobil Meledak di Duren...
Mobil Meledak di Duren Sawit, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta
Rekomendasi
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
RCTI Rilis Sinetron...
RCTI Rilis Sinetron 'Terlanjur Mencintaimu', Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Siap Bikin Baper
Berita Terkini
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved