Stellantis Akan Menggabungkan Alfa Romeo dan Maserati
Minggu, 15 Juni 2025 - 13:24 WIB
loading...
Alfa Romeo dan Maserati akan bergabung. foto/ Carscoops
A
A
A
PARIS - Stellantis, perusahaan otomotif global yang dibentuk melalui penggabungan Fiat-Chrysler dan PSA Peugeot-Citroën, akan segera mengumumkan strategi pemulihan menyeluruh untuk dua merek Italia yang paling terpuruk — Alfa Romeo dan Maserati.
Baca Juga-Stellantis Hentikan Investasi untuk Maserati
Strategi baru ini diharapkan akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang, dengan tujuan utama untuk mengekang penurunan penjualan dan memperkuat daya saing kedua merek lama tersebut di pasar global yang semakin menantang.
Rencana tersebut hampir mencapai persetujuan akhir dan akan melibatkan pendekatan kolaboratif antara Alfa Romeo dan Maserati. Hal ini melibatkan pembagian platform kendaraan masa depan dan komponen utama di segmen pasar yang tumpang tindih.
Sinergi tersebut tidak hanya akan memperlancar pengembangan produk, tetapi juga mengurangi biaya operasional secara signifikan. Sementara kolaborasi teknis akan ditingkatkan, identitas unik masing-masing merek akan terus dipertahankan.
Sebelumnya Chief Executive Officer (CEO), Carlos Tavares, mengatakan tahun yang seharusnya menjadi titik balik pemulihan kini berubah menjadi periode ketidakpastian, terutama setelah penerapan kembali tarif impor tinggi oleh Amerika Serikat di bawah mantan Presiden Donald Trump.
Tarif sebesar 25 persen dikenakan pada semua kendaraan yang diimpor ke pasar AS. telah memberikan pukulan telak bagi dua merek premium Stellantis Alfa Romeo dan Maserati yang sejauh ini tidak memiliki fasilitas produksi di Amerika Serikat.
Statistik saat ini menunjukkan penurunan yang signifikan dalam kinerja kedua merek. Alfa Romeo hanya berhasil menjual 8.865 unit di Amerika Serikat pada tahun 2024, turun 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Maserati menjual 11.300 unit secara global, dengan hanya 4.819 unit yang menjangkau pelanggan di pasar AS.
Baca Juga-Stellantis Hentikan Investasi untuk Maserati
Strategi baru ini diharapkan akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang, dengan tujuan utama untuk mengekang penurunan penjualan dan memperkuat daya saing kedua merek lama tersebut di pasar global yang semakin menantang.
Rencana tersebut hampir mencapai persetujuan akhir dan akan melibatkan pendekatan kolaboratif antara Alfa Romeo dan Maserati. Hal ini melibatkan pembagian platform kendaraan masa depan dan komponen utama di segmen pasar yang tumpang tindih.
Sinergi tersebut tidak hanya akan memperlancar pengembangan produk, tetapi juga mengurangi biaya operasional secara signifikan. Sementara kolaborasi teknis akan ditingkatkan, identitas unik masing-masing merek akan terus dipertahankan.
Sebelumnya Chief Executive Officer (CEO), Carlos Tavares, mengatakan tahun yang seharusnya menjadi titik balik pemulihan kini berubah menjadi periode ketidakpastian, terutama setelah penerapan kembali tarif impor tinggi oleh Amerika Serikat di bawah mantan Presiden Donald Trump.
Tarif sebesar 25 persen dikenakan pada semua kendaraan yang diimpor ke pasar AS. telah memberikan pukulan telak bagi dua merek premium Stellantis Alfa Romeo dan Maserati yang sejauh ini tidak memiliki fasilitas produksi di Amerika Serikat.
Statistik saat ini menunjukkan penurunan yang signifikan dalam kinerja kedua merek. Alfa Romeo hanya berhasil menjual 8.865 unit di Amerika Serikat pada tahun 2024, turun 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Maserati menjual 11.300 unit secara global, dengan hanya 4.819 unit yang menjangkau pelanggan di pasar AS.
(wbs)
Lihat Juga :