Badai Tenang di Pasar Mobil Listrik: Penjualan Anjlok, Namun Tsunami Merek China Justru Menggila

Sabtu, 28 Juni 2025 - 11:00 WIB
loading...
Badai Tenang di Pasar...
BYD Seagull yang segera diluncurkan di Indonesia akan mendefinisikan mobil listrik murah. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Pasar mobil listrik Indonesia baru saja mengalami anomali membingungkan di Mei 2025. Di atas kertas, angka penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) anjlok sekitar 14%, menciptakan ilusi bahwa pasar tengah lesu.

Namun, di balik angka yang menurun itu, sebuah "tsunami" senyap dari para raksasa otomotif China justru tengah menyapu bersih peta persaingan dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Data Gaikindo menunjukkan total penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) hanya mencapai 6.335 unit.

Namun, ini bukanlah tanda pelemahan, melainkan sebuah sinyal konsolidasi pasar. Merek-merek seperti BYD, Wuling, dan Chery tidak hanya bertahan; mereka berpesta pora, mengukuhkan dominasi mereka dengan strategi yang efektif.

Invasi Tiga Garda Depan BYD
Badai Tenang di Pasar Mobil Listrik: Penjualan Anjlok, Namun Tsunami Merek China Justru Menggila

Pukulan paling telak datang dari BYD Group. Tiga posisi teratas mobil listrik terlaris bulan Mei secara mutlak dikuasai oleh "tiga garda depan" mereka yang masih tergolong baru: BYD Sealion 7 yang terjual 1.232 unit, diikuti BYD M6 dengan 1.184 unit, dan Denza D9 yang mencatatkan 630 unit.

Ketiga model ini, yang baru beberapa bulan mengaspal, secara total menyumbang lebih dari separuh penjualan mobil listrik di Indonesia. Ini adalah demonstrasi kekuatan yang menakutkan, membuktikan betapa cepat dan efektifnya strategi penetrasi pasar yang mereka lakukan.

Lantas, mengapa konsumen berbondong-bondong memilih para pendatang baru ini? Jawabannya sederhana, namun mematikan bagi para pesaing: nilai.

Ini bukan lagi sekadar perang harga, ini adalah perang nilai. Konsumen Indonesia cerdas; mereka melihat bahwa dengan harga yang sama atau bahkan lebih murah, mereka bisa mendapatkan teknologi, desain, dan fitur yang setara atau bahkan melebihi mobil-mobil dari merek yang sudah lebih dulu ada.

Nasib Para Pelopor yang Terhimpit

Di tengah gempuran merek China, para pelopor pasar mobil listrik di Indonesia mulai merasakan tekanan hebat. Wuling Air EV dan Cloud EV, yang sebelumnya merajai segmen BEV kompak, kini harus berjuang keras dan berbagi kue pasar dengan penjualan masing-masing 419 unit.

Nasib yang lebih dramatis dialami oleh Hyundai. Meskipun Ioniq 5 (226 unit) dan Kona EV (51 unit) masih memiliki basis penggemar yang solid, posisi mereka di papan tengah semakin terhimpit. Serbuan produk-produk China dengan paket fitur melimpah dan harga yang jauh lebih kompetitif membuat konsumen berpikir dua kali sebelum memilih merek Korea Selatan tersebut.

Pada akhirnya, data penjualan Mei 2025 bukanlah cerita tentang pasar yang melambat. Ini adalah cerita tentang sebuah pergeseran kekuasaan. Penurunan angka penjualan secara keseluruhan hanyalah "badai tenang" yang menyamarkan gelombang tsunami dari China yang siap menenggelamkan siapa pun yang tidak mampu beradaptasi dengan cepat dalam perang nilai ini.

Daftar Penjualan dan Harga Mobil Listrik (Mei 2025)

Berikut adalah rincian penjualan wholesales mobil listrik di Indonesia pada Mei 2025, beserta estimasi harga OTR Jakarta untuk tahun 2025:

1. BYD Sealion 7: 1.232 unit, harga sekitar Rp 629 jutaan - Rp 719 jutaan.
2. BYD M6: 1.184 unit, harga sekitar Rp383 jutaan-Rp433 jutaan.
3. Denza D9: 630 unit, dengan harga sekitar Rp 950 jutaan.
4. Chery J6: 580 unit, dengan harga sekitar Rp 505 jutaan-Rp608 jutaan.
5. Wuling Air EV: 419 unit, dengan harga mulai dari Rp 184 juta hingga Rp 307 juta.
6. Wuling Cloud EV: 415 unit, dengan harga Rp415 juta - Rp 433 juta.
7. Geely EX5: 377 unit, dengan harga Rp465 juta-Rp505 juta.
8. Hyundai Ioniq 5: 226 unit, dengan harga mulai dari Rp 738 juta hingga Rp 933 juta.
9. Wuling Binguo EV: 210 unit, dengan harga mulai dari Rp 301 juta hingga Rp 409 juta.
10. BYD Seal: 203 unit, dengan harga mulai dari Rp 639 juta hingga Rp 750 juta.
11. Hyptec HT: 195 unit, dengan harga Rp 691 juta-Rp843 juta.
12. BYD Dolphin: 118 unit, dengan harga Rp 369 juta-Rp429 juta.
13. Aion Y Plus: 87 unit, dengan harga mulai dari Rp 419 juta hingga Rp 479 juta.
14. MG 4EV: 81 unit, dengan harga Rp 299 juta-Rp405 juta.
15. BYD Atto3: 62 unit, dengan harga Rp390 juta- Rp520 juta.
16. Omoda E5: 60 unit, dengan harga Rp419 juta- Rp505 juta.
17. Hyundai Kona EV: 51 unit, dengan harga Rp516 juta-Rp629 juta.
18. MG ZS EV: 49 unit, dengan harga Rp 417,5 juta.
19. Neta V-II: 46 unit, dengan harga Rp 299 juta.
20. Citroen EC-3: 27 unit, dengan harga Rp377 juta- Rp386 juta.
21. Seres E1: 20 unit, dengan harga mulai dari Rp 189 juta hingga Rp 219 juta.
22. Neta X: 14 unit, dengan harga Rp428 juta.
23. DFSK Gelora E: 8 unit, dengan harga mulai dari Rp 350 juta hingga Rp 399 juta.
24. Honda E:N1: 6 unit, dengan harga sewa bulanan Rp22 juta.
25. Mini JCW Acemen EV: 6 unit, dengan harga Rp1,3 miliar.
26. BMW iX1: 5 unit, dengan harga Rp 1,3 miliar-Rp1,5 miliar.
27. BMW i5: 3 unit, dengan harga Rp 2,22 miliar.
28. BMW iX: 3 unit, dengan harga Rp 2,5 miliar.
29. Mercedes-Benz EQE: 3 unit, dengan harga Rp 2,3 miliar-Rp2,9 miliar.
30. Volvo EX30 Plus: 3 unit, dengan harga Rp1,09 miliar.
31. BMW i7: 2 unit, dengan harga Rp 3,4 miliar.
32. Mini Electric: 2 unit, dengan harga Rp 1,02 miliar.
33. Mazda MX30: 1 unit, dijual dengan harga Rp860 juta
34. Mercedes-Benz EQB: 1 unit, dengan harga Rp 1,68 miliar.
35. MG Cyberster: 1 unit, dengan estimasi harga Rp 1,7 miliar.
36. Volvo C40: 1 unit, dengan hargaRp1,38miliar.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Rekomendasi
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
RCTI Rilis Sinetron...
RCTI Rilis Sinetron 'Terlanjur Mencintaimu', Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Siap Bikin Baper
Berita Terkini
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Infografis
Penjualan Mobil Anjlok,...
Penjualan Mobil Anjlok, Volkswagen akan Produksi Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved