Pintu Tertutup untuk Mobil Hybrid: Pemerintah Tegas, Insentif Tak Akan Bertambah, Ini Alasannya

Selasa, 01 Juli 2025 - 20:39 WIB
loading...
Pintu Tertutup untuk...
Pemerintah Indonesia menegaskan menutup rapat-rapat insentif mobil hybrid dan fokus ke listrik. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Harapan para produsen dan calon pembeli mobil hybrid di Indonesia untuk mendapatkan "diskon" pajak yang lebih besar kini harus terkubur dalam-dalam. Pemerintah secara tegas telah menutup pintu rapat-rapat, memastikan bahwa insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil hybrid akan tetap berada di angka 3 persen dan tidak akan bertambah.

Ini adalah pesan dingin namun jelas: di mata pemerintah, mobil hybrid, dengan segala kelebihannya, tetaplah bukan masa depan. Mereka hanyalah sebuah jembatan, dan "jalan tol" insentif yang mulus hanya disediakan bagi kendaraan listrik murni berbasis baterai (BEV).

Dinding Regulasi yang Tak Bisa Ditembus

Keputusan ini bukanlah tanpa alasan. Di balik sikap tegas pemerintah, ada sebuah dinding regulasi yang kokoh dan tak bisa ditembus. Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kemenko Marves, menjelaskan logika di baliknya dengan gamblang.

Menurutnya, peraturan yang ada saat ini, yaitu Perpres Nomor 55 Tahun 2019 dan Perpres Nomor 79 Tahun 2023, secara spesifik dirancang untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Mobil hybrid, yang masih "meminum" bensin dan menghasilkan emisi, secara fundamental tidak termasuk dalam kategori ini.

"Kalau hybrid kan sama rantai pasoknya (melibatkan bensin). Ditambah (komponen) ada baterai. Emisi dari mobil listrik secara general lebih rendah dibandingkan kendaraan ICE (Internal Combustion Engine) sepanjang siklus penggunaannya," ujar Rachmat di Jakarta beberapa waktu lalu.

Data dari Kemenko Marves pun menunjukkan fakta yang tak terbantahkan: konsumsi bensin mobil hybrid masih tinggi, sementara pada BEV angkanya nol.

"Jadi kalau mobil hybrid mau insentif lebih besar, harus buat regulasi yang berbeda, tidak bisa pakai Perpres (yang ada sekarang)," tegas Rachmat.

Hukuman bagi 'Anak Tiri' Teknologi?

Meskipun insentif PPnBM 3 persen yang ada saat ini terbukti telah berhasil menurunkan harga mobil hybrid dan membuatnya semakin terjangkau, keputusan untuk tidak menambahnya bisa dilihat sebagai sebuah "hukuman" bagi teknologi yang dianggap "setengah hati" ini.

Ini adalah sebuah pertaruhan besar dari pemerintah. Dengan memberikan insentif yang jomplang—potongan PPN 10 persen untuk BEV versus PPnBM DTP 3 persen untuk hybrid—pemerintah secara aktif "memaksa" pasar untuk bergerak lebih cepat menuju elektrifikasi penuh.

Ini adalah sinyal keras bagi para produsen dan konsumen. Pemerintah seolah memberi pesan: jangan terlalu nyaman dengan teknologi transisi. Masa depan adalah listrik murni, dan ke sanalah arah semua insentif akan ditujukan.

Pada akhirnya, nasib mobil hybrid di Indonesia kini telah ditentukan. Mereka akan tetap ada, tetap menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan mobil konvensional, tetapi mereka tidak akan pernah mendapatkan perlakuan istimewa yang sama seperti saudara tiri mereka yang sepenuhnya listrik.

Pintu telah tertutup, dan takhta insentif telah disiapkan hanya untuk sang raja masa depan: mobillistrikmurni.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV
Nissan Qashqai e-Power...
Nissan Qashqai e-Power Menempuh Jarak 1.300 KM dengan Tangki BBM Full
Strategi Honda Lawan...
Strategi Honda Lawan Mobil China: Tinggalkan Target Full EV, Fokus ke Hybrid
BYD Mempertimbangkan...
BYD Mempertimbangkan Masuk Formula 1 Pilih Fokus ke Mesin Hybrid
Mudik Aman dan Nyaman?...
Mudik Aman dan Nyaman? Ini Tips Bridgestone Indonesia untuk Kendaraan Hybrid
Powertrain HORSE Teknologi...
Powertrain HORSE Teknologi Paling Mudah Ubah EV Jadi Hybrid
Pilih Mobil Listrik...
Pilih Mobil Listrik atau Hybrid, Mana Insentif yang Lebih Besar?
Mau Punya Mobil Hybrid?...
Mau Punya Mobil Hybrid? Yuk Ikut Tabungan Dahsyat Berhadiah dari MNC Bank
Daftar Mobil Hybrid...
Daftar Mobil Hybrid yang Bakal Kecipratan Insentif Diskon Pajak 3% Mulai 2025
Rekomendasi
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
UI Kembangkan RehatPod,...
UI Kembangkan RehatPod, Solusi Isi Ulang Energi bagi Masyarakat Urban
Berita Terkini
Rapor Penjualan Wuling...
Rapor Penjualan Wuling 1 Dekade Terakhir, Mampukah Aira Mengembalikan Takhta?
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
Perempuan Indonesia...
Perempuan Indonesia 27 Tahun Jadi Sopir Bus di Jepang: Bagaimana Ia Lolos Seleksi Ketat Tokyu Bus?
Modifikator Indonesia...
Modifikator Indonesia Ini Dapat Penghargaan Tertinggi IMI, Ini Sosoknya!
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
Hyundai Hadirkan Powertrain...
Hyundai Hadirkan Powertrain Lengkap di GIIAS 2026
Infografis
Khamenei: Negosiasi...
Khamenei: Negosiasi dengan AS Tak akan Selesaikan Masalah Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved